Bukan Komponen Mobil, Chery Ungkap Penyebab Tiggo Cross CSH Terbakar di Bandung

Author: Redaksi Android62

Chery Sales Indonesia menegaskan hasil pemeriksaan atas Tiggo Cross Chery Super Hybrid (CSH) milik konsumen di Bandung tidak menemukan kegagalan pada komponen kendaraan. Perusahaan menyebut penyebab kebakaran justru berasal dari faktor eksternal yang berada di sekitar mobil.

Dalam penjelasan resminya, Chery menyebut ada kain perca yang tertinggal di dekat area lower arm dan berada sangat dekat dengan exhaust manifold yang bersuhu tinggi saat kendaraan beroperasi. Kondisi itulah yang disebut memicu percikan api hingga berujung pada kebakaran.

Hasil investigasi ubah dugaan awal

Chery menyampaikan bahwa investigasi menyeluruh tidak menemukan indikasi masalah pada suku cadang maupun sistem kendaraan yang terlibat dalam insiden itu. Karena itu, perusahaan menegaskan Tiggo Cross CSH tetap aman digunakan selama mengikuti panduan pemakaian yang benar.

Keterangan tersebut sekaligus mengubah dugaan awal yang sempat berkembang setelah insiden terjadi. Sebelumnya, perhatian publik sempat tertuju pada kemungkinan adanya persoalan pada mobil, namun hasil pemeriksaan internal Chery menunjukkan hal sebaliknya.

Perusahaan juga memastikan tidak ada korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa ini. Chery menyebut telah menghubungi konsumen sejak 4 Juli 2026 dan konsumen berinisial L telah menerima penjelasan yang menyeluruh serta transparan.

Langkah pencegahan ikut diperkuat

Setelah insiden itu, Chery Indonesia mengatakan akan memperkuat edukasi kepada seluruh pihak terkait pentingnya perawatan kendaraan yang benar demi menjaga keselamatan berkendara. Evaluasi juga akan dilakukan terhadap proses kerja di jaringan bengkel resmi.

Selain edukasi, Chery berencana memperkuat standar operasional, menggelar pelatihan ulang, dan meningkatkan kapabilitas seluruh personel layanan. Langkah itu ditujukan agar pemeriksaan, perawatan, dan penanganan kendaraan berjalan dengan standar yang ketat, konsisten, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Aspek Temuan Tindak Lanjut
Penyebab Kain perca di dekat lower arm dan exhaust manifold panas Memperkuat edukasi perawatan kendaraan
Komponen kendaraan Tidak ada kegagalan pada komponen, suku cadang, atau sistem Evaluasi proses kerja bengkel resmi
Keselamatan konsumen Tidak ada korban luka atau korban jiwa Pelatihan ulang dan penguatan SOP layanan

Chery menegaskan keselamatan dan kepuasan konsumen tetap menjadi prioritas utama. Insiden ini disebut akan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas layanan, edukasi konsumen, dan penerapan standar operasional di seluruh jaringan resmi.

Kasus kedua yang melibatkan Tiggo Cross CSH

Insiden di Bandung menjadi kasus kebakaran kedua yang melibatkan Tiggo Cross CSH dalam waktu yang berdekatan. Sebelumnya, sebuah Tiggo Cross CSH juga terbakar dan videonya sempat ramai dibicarakan di media sosial.

Dalam unggahan akun TikTok fourcyls, terlihat asap hitam membumbung tinggi sebelum api membesar dari area kap depan. Kebakaran itu menghanguskan bagian kap depan hingga pilar A mobil berwarna putih tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden itu terjadi di ruas Tol Jakarta-Cikampek, tepatnya di sekitar Pondok Gede menuju Jatibening, pada akhir Maret 2026. Kendaraan diduga masih baru karena menggunakan pelat nomor putih bertuliskan merah.

Pada investigasi awal, Chery menyebut kendaraan berfungsi normal tanpa adanya notifikasi malfungsi pada panel instrumen. Pengemudi kemudian menepikan mobil setelah melihat asap dari bagian depan kendaraan.

Saat itu, Chery juga menegaskan belum ada indikasi yang mengaitkan insiden dengan baterai maupun sistem kelistrikan yang berada di bagian bawah kendaraan pada area tengah hingga belakang. Perusahaan masih menyebut ada kemungkinan faktor lain, termasuk material eksternal atau benda asing di luar komponen produk.

Hingga kini, Chery menempatkan keselamatan dan penanganan konsumen sebagai fokus utama sambil memperkuat standar layanan di jaringan resminya. Perusahaan menyebut kejadian ini menjadi perhatian serius dan akan terus digunakan sebagai dasar evaluasi internal.

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terbaru