Bukti Laboratorium Kian Mengarah ke Spons Sebagai Hewan Pertama Bumi, Jejak Kimianya Langka

Author: Redaksi Android62

Eksperimen laboratorium kini memperkuat dugaan bahwa spons adalah hewan pertama di Bumi. Hasil itu muncul setelah para peneliti mencocokkan jejak kimia kuno dari batuan dengan senyawa yang bisa dihasilkan dari sterol spons modern.

Yang menarik, bukti ini tidak datang dari fosil tubuh yang utuh. Pada organisme bertubuh lunak seperti spons, sisa fisik sangat mudah hilang sehingga ilmuwan harus mengandalkan petunjuk lain untuk menelusuri awal kemunculan hewan di planet ini.

Jejak kimia yang sulit dibantah

Salah satu petunjuk terkuat berasal dari batuan Marinoan di Oman. Pada 2009, tim yang dipimpin Roger Summons menemukan senyawa sterol langka dengan 30 atom karbon, atau C30, yang terkait dengan spons modern jenis demosponges.

Sterol seperti itu tergolong sangat jarang. Lubna Shawar, ahli geokimia organik MIT sekaligus penulis utama penelitian, menyebut senyawa C30 itu tidak umum ditemukan, sehingga temuan tersebut langsung memunculkan dugaan bahwa spons kuno sudah hadir jauh lebih awal dari yang diperkirakan.

Namun, temuan kimia semacam ini sempat memicu pertanyaan. Sebagian ilmuwan menimbang apakah sterana dari Oman benar-benar berasal dari spons, atau mungkin datang dari sumber non-biologis maupun ganggang.

Mengapa fosil tubuhnya hampir tidak terlihat

Bukti fisik dari spons purba memang sangat terbatas. Spons modern kadang meninggalkan spikula biomineral berupa struktur kecil dari kalsium karbonat atau silika, tetapi penelitian terbaru menunjukkan bahwa spons paling awal kemungkinan belum memiliki struktur itu.

Artinya, jejak tubuh mereka hampir tidak tertinggal di batuan. Dalam kondisi seperti itu, batuan kuno yang menyimpan sisa molekul menjadi salah satu jalur paling penting untuk membaca sejarah awal hewan.

Pendekatan ini juga menyorot masa Ediacaran dan Neoproterozoikum, ketika hewan-hewan awal diperkirakan mulai muncul. Roger Summons menjelaskan bahwa organisme purba itu kemungkinan hidup di laut, bertubuh lunak, dan tidak memiliki kerangka silika.

Eksperimen yang menguji ulang dugaan lama

Untuk menjawab keraguan atas temuan dari Oman, tim kemudian mencari “fosil kimia” kedua yang mengandung C31. Senyawa itu berasal dari gen spons yang sama dengan penghasil C30, dan pola kimianya juga ditemukan pada sejumlah spesies spons modern.

Langkah berikutnya dilakukan di laboratorium. Para peneliti mensimulasikan proses fosilisasi sterol dengan memakai delapan jenis sterol sintetis C31, lalu memprosesnya dalam kondisi yang meniru perubahan geokimia selama ratusan juta tahun di kerak Bumi.

Hasilnya menguatkan dugaan awal. Dua sampel sintetis ternyata cocok sempurna dengan sisa sterol C31 kuno yang ditemukan di batuan Oman, sehingga jejak kimia dari batuan, spons modern, dan percobaan laboratorium saling mendukung.

Bagi Summons, tiga jalur bukti itu menyatu dengan sangat kuat. Dalam kerangka tersebut, spons makin menonjol sebagai kandidat paling mungkin untuk menyandang status hewan paling awal di Bumi.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru