Bumi Ternyata Bisa Lolos dari Takdir Ditelan Matahari, Temuan Ini Mengubah Peta

Author: Redaksi Android62

Temuan terbaru di astronomi membuka kemungkinan yang selama ini jarang dibayangkan: planet berbatu seperti Bumi tidak selalu harus berakhir ditelan oleh Matahari. Sebuah sistem bintang yang diamati para astronom menunjukkan bahwa planet seukuran Bumi bisa bertahan mengorbit bintang katai putih, yaitu sisa bintang yang sudah mati dan meredup.

Fakta itu penting karena skenario akhir Bumi selama ini kerap digambarkan sangat suram. Dalam sekitar lima miliar tahun, Matahari diperkirakan kehabisan bahan bakar hidrogen, lalu membengkak menjadi raksasa merah dan mengubah nasib planet-planet di sekitarnya.

Planet berbatu yang tetap bertahan

Objek yang ditemukan para peneliti adalah planet berbatu berukuran mirip Bumi yang tetap berada di orbit aman mengelilingi bintang katai putih. Sistem ini berada dekat pusat galaksi Bimasakti dan menjadi petunjuk bahwa planet padat tidak selalu musnah ketika bintang induknya mati.

Penemuan tersebut dilakukan dengan metode microlensing. Teknik ini memanfaatkan medan gravitasi objek di depan untuk membelokkan dan memperbesar cahaya dari bintang latar belakang yang jauh, sehingga keberadaan planet dapat dideteksi meski jaraknya sangat jauh.

Fakta Utama Detail
Jenis planet Planet berbatu berukuran mirip Bumi
Bintang induk Bintang katai putih
Lokasi sistem Dekat pusat galaksi Bimasakti
Metode deteksi Microlensing

Temuan ini juga memberi sudut pandang baru terhadap nasib tata surya kita. Selama ini, Merkurius dan Venus diperkirakan tertelan lebih dulu saat Matahari berubah menjadi raksasa merah, sementara Bumi dianggap ikut hancur akibat suhu ekstrem ketika bintang itu membesar.

Namun, studi tersebut menunjukkan ada jalur lain yang mungkin terjadi. Saat bintang melepaskan lapisan luarnya dan kehilangan massa besar, gaya gravitasinya ikut melemah, sehingga planet-planet di sekitarnya dapat terdorong ke orbit yang lebih jauh.

Orbit yang bisa bergeser, tetapi bukan jaminan hidup

Dalam skenario itu, Bumi berpotensi bergeser ke posisi yang lebih aman dari sengatan langsung bintang yang membengkak. Meski begitu, aman dari kehancuran fisik tidak otomatis berarti tetap layak huni.

Ketika Matahari menyusut menjadi katai putih, cahaya dan panasnya akan meredup drastis. Bumi, jika tetap bertahan, justru bisa berubah menjadi dunia es yang beku.

Para peneliti menyebut belum ada konsensus mutlak soal apakah Bumi benar-benar akan lolos dari skenario tertelan oleh raksasa merah. Namun, keberadaan sistem seperti ini sudah cukup menunjukkan bahwa beberapa planet berbatu mirip Bumi mampu bertahan setelah bintang induknya mati.

MediaIndonesia.com melaporkan, langkah berikutnya dari penelitian ini adalah mencari lebih banyak sistem serupa di seluruh galaksi. Jika temuan tambahan terus muncul, gambaran tentang akhir planet berbatu bisa menjadi jauh lebih kompleks daripada sekadar kehancuran total saat bintang induknya padam.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru