Bunker Gunung Pickaxe Sulit Dihancurkan dari Udara, Namun Punya Titik Lemah

Author: Redaksi Android62

Gunung Pickaxe menjadi salah satu fasilitas paling sulit dijangkau dalam ketegangan terkait program nuklir Iran. Struktur bawah tanah di dalam gunung itu dinilai mampu menahan dampak serangan udara konvensional pada bagian inti bunkernya.

Namun, ketahanan fisik tersebut tidak berarti kompleks itu sepenuhnya kebal terhadap operasi militer. Sejumlah analis menilai gangguan pada sistem pendukung dapat melumpuhkan aktivitas di dalam fasilitas tanpa perlu menghancurkan ruang terdalamnya.

Sistem Penunjang Menjadi Kerentanan

Institute for Science and International Security atau ISIS menilai sasaran operasi tidak harus selalu berupa inti bunker. Jalur ventilasi, pasokan listrik, dan akses logistik disebut dapat memengaruhi kemampuan fasilitas untuk tetap beroperasi.

Kerusakan pada infrastruktur tersebut berpotensi mengganggu sirkulasi udara, sistem vital, serta pergerakan pasokan ke dalam kompleks. Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pertahanan bawah tanah yang kuat tetap bergantung pada jaringan operasional di sekitarnya.

Sistem yang Berpotensi Ditargetkan Dampak terhadap Fasilitas
Jalur sirkulasi udara Dapat mengganggu operasional di dalam bunker
Pasokan listrik Berpotensi melumpuhkan sistem penunjang vital
Akses logistik Dapat menghambat aktivitas dan pasokan fasilitas

Lokasi Berdekatan dengan Natanz

Gunung Pickaxe terletak sekitar satu mil di sebelah selatan kompleks pengayaan uranium Natanz. Iran mulai membangun situs ini sejak 2020, sementara pekerjaan fisiknya disebut masih berlangsung.

Kepada Badan Energi Atom Internasional atau IAEA, Teheran menyatakan lokasi itu direncanakan untuk perakitan mesin sentrifugal. Fasilitas tersebut juga disebut belum beroperasi secara penuh.

Kedalaman bangunan di perut gunung memberikan perlindungan alami yang tidak dimiliki fasilitas di permukaan. Menurut laporan Suara.com, ruang bawah tanahnya disinyalir dapat dipakai untuk melindungi materi nuklir dan mesin pengayaan uranium.

Laporan Uranium Belum Terkonfirmasi

Intelijen Israel meyakini Iran telah memindahkan sebagian besar cadangan uranium yang sangat diperkaya ke Gunung Pickaxe. Pemindahan itu diduga bertujuan menghindari kemungkinan serangan udara terhadap fasilitas nuklir Iran.

Meski demikian, Washington belum mengonfirmasi informasi mengenai keberadaan pasokan uranium tersebut. Presiden Donald Trump menyatakan, “Kami tidak memilikinya dalam catatan,” saat menanggapi laporan tentang materi uranium di lokasi itu.

Perbedaan penilaian ini membuat kondisi aktual di dalam kompleks tetap belum jelas. Akan tetapi, Gunung Pickaxe telah menjadi faktor penting dalam kalkulasi militer dan geopolitik di Timur Tengah.

Bagian dari Eskalasi Program Nuklir Iran

Ancaman terhadap Gunung Pickaxe muncul setelah pemboman bersama Amerika Serikat dan Israel menghancurkan situs Natanz pada Juni. Serangan itu disebut mendorong Iran memindahkan sisa aset dan infrastruktur ke lokasi yang lebih terlindungi.

Dalam konteks tersebut, Gunung Pickaxe dipandang sebagai benteng baru untuk menjaga infrastruktur nuklir Iran dari ancaman eksternal. Setiap upaya melumpuhkannya diperkirakan menuntut operasi yang rumit dan memiliki risiko tinggi.

Fasilitas ini menunjukkan bahwa perlindungan bawah tanah dapat mengubah cara suatu target dinilai dalam operasi udara. Meski inti bunker sulit ditembus, ketergantungan pada ventilasi, listrik, dan logistik tetap menjadi aspek yang diperhitungkan.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru