Burnley Rapuh Saat Tandang, Arsenal Tinggal Selangkah Lagi Menuju Gelar Liga Inggris

Rekor kandang Arsenal saat menghadapi tim yang sudah dipastikan degradasi menjadi salah satu alasan mengapa laga melawan Burnley terasa sangat berat sebelah di atas kertas. Sejak era Premier League, The Gunners selalu menang dalam 10 laga kandang seperti itu, dan catatan itu membuat mereka kembali difavoritkan saat bermain di Emirates.

Kondisi Burnley juga tidak membantu harapan tim tamu untuk mencuri poin. Musim ini, mereka hanya meraih 9 poin dari laga tandang, kebobolan 45 gol dalam 18 pertandingan, dan belum pernah mencatat clean sheet di markas lawan.

Dengan situasi itu, Arsenal datang ke pekan ke-37 Liga Inggris 2025-2026 bukan hanya untuk mempertahankan laju, tetapi juga untuk menjaga kendali di puncak klasemen. Hasil pertandingan ini dapat menentukan apakah The Gunners tetap aman di posisi teratas atau justru memberi celah bagi rival terdekat.

Momentum Arsenal memang sedang kuat. Dalam lima laga terakhir di semua kompetisi, tim asuhan Mikel Arteta mencatat empat kemenangan, termasuk tiga kemenangan beruntun tanpa kebobolan.

Performa tersebut menjadi sinyal bahwa struktur permainan Arsenal kembali stabil setelah sempat menurun pada akhir Maret hingga pertengahan April. Dengan modal seperti itu, tiga poin di kandang terasa sangat mungkin diraih.

Beban besar juga menempel pada Burnley dari sisi mental. Tim asuhan Mike Jackson baru saja mengakhiri lima kekalahan beruntun lewat hasil imbang 2-2 melawan Aston Villa, tetapi status mereka yang sudah dipastikan degradasi tetap membuat tugas di Emirates semakin sulit.

Dari sisi sejarah pertemuan, Arsenal punya keunggulan yang sangat jelas. Dalam 19 duel terakhir di Premier League, mereka hanya sekali kalah dari Burnley, dan Burnley tidak pernah mencetak lebih dari satu gol dalam satu laga liga melawan Arsenal sejak 1992.

Lima pertemuan terakhir juga memperlihatkan jurang yang lebar antara kedua tim. Arsenal menang dengan skor seperti 2-0, 5-0, dan 3-1, yang menunjukkan betapa sulitnya Burnley menembus pertahanan tuan rumah.

Kondisi skuad kedua tim

Arsenal masih harus bermain tanpa Ben White, sementara Jurrien Timber dan Mikel Merino masih menjalani perawatan. Cristhian Mosquera juga diragukan tampil, meski Riccardo Calafiori masih berpeluang kembali setelah mulai pulih.

Bukayo Saka tetap menjadi andalan utama dari sisi sayap. Di lini depan, Arsenal diprediksi tetap mengandalkan Viktor Gyokeres dengan dukungan Eberechi Eze dan Leandro Trossard.

Burnley juga kehilangan beberapa nama penting. Connor Roberts, Josh Cullen, dan Jordan Beyer dipastikan absen, sedangkan Hannibal Mejbri masih diragukan tampil.

Dalam skema serangan, Zian Flemming diperkirakan memimpin lini depan Burnley. Marcus Edwards, Lesley Ugochukwu, dan Jaidon Anthony akan menjadi penopang dari lini kedua untuk mencoba mencari ruang lewat transisi cepat.

Prediksi susunan pemain

Arsenal diprediksi turun dengan formasi 4-2-3-1. David Raya kemungkinan mengawal gawang, dengan Myles Lewis-Skelly, William Saliba, Gabriel Magalhaes, dan Piero Hincapie di lini belakang.

Martin Zubimendi dan Declan Rice diperkirakan menjaga keseimbangan di tengah. Di depan mereka, Bukayo Saka, Eberechi Eze, dan Leandro Trossard akan menopang Gyokeres sebagai ujung tombak.

Burnley juga diperkirakan memakai formasi 4-2-3-1. Martin Dubravka kemungkinan berdiri di bawah mistar, dengan Kyle Walker, Hjalmar Ekdal, Maxime Esteve, dan Quilindschy Hartman mengisi barisan belakang.

Florentino Luis dan James Ward-Prowse akan menjadi poros tengah Burnley. Sementara itu, Marcus Edwards, Lesley Ugochukwu, Jaidon Anthony, dan Zian Flemming disiapkan untuk mendukung upaya serangan tim tamu.

Dengan perbedaan kualitas, rekor kandang, dan momentum yang dimiliki, Arsenal tetap lebih dekat untuk menguasai jalannya laga sejak awal. The Gunners diperkirakan menekan lewat penguasaan bola dan kecepatan sayap, sedangkan Burnley akan bertumpu pada disiplin serta kerja keras bertahan, dengan skor yang paling masuk akal mengarah ke kemenangan Arsenal seperti 2-0, 3-0, atau 3-1.

Source: bola.bisnis.com

Berita Terkait