Hino Bus 136 MDBL 4×4 hadir sebagai jawaban untuk kebutuhan transportasi di area kerja yang menantang, terutama di perkebunan dan pertambangan. Bus ini dirancang agar tetap bisa mengangkut pekerja saat akses jalan tidak lagi bisa mengandalkan permukaan aspal yang mulus.
Di ajang GIICOMVEC di JIExpo Kemayoran, model ini diperkenalkan sebagai kendaraan operasional yang disiapkan untuk menghadapi jalur ekstrem. Hino menempatkannya sebagai opsi mobilitas yang lebih sesuai untuk lingkungan kerja berat yang menuntut kendaraan tetap andal dalam durasi panjang.
Didukung sistem 4×4 untuk medan sulit
Keunggulan utama Hino Bus 136 MDBL 4×4 terletak pada sistem penggerak empat roda yang dipadukan dengan transfer case. Susunan ini membantu pembagian tenaga ke roda depan dan belakang menjadi lebih optimal saat bus melintasi lintasan berbatu, menanjak, atau medan terjal.
Kombinasi tersebut memberi bekal lebih baik untuk menjaga traksi di permukaan yang tidak rata. Dalam konteks operasional di area off-road, kemampuan itu menjadi poin penting karena kendaraan tidak hanya dituntut berjalan, tetapi juga tetap stabil saat kondisi jalan berubah-ubah.
Rancangannya dibuat untuk tetap stabil
Selain sistem penggerak, Hino juga membekali bus ini dengan stabilizer depan, jejak roda yang lebih lebar, dan ground clearance tinggi. Tiga elemen tersebut membantu menekan body roll sekaligus menjaga rasa aman dan nyaman ketika kendaraan dipakai di lintasan yang sulit.
Pengaturan seperti ini menunjukkan bahwa bus tidak hanya diarahkan untuk kuat melaju, tetapi juga untuk tetap terkendali saat menghadapi situasi jalan yang ekstrem. Bagi perusahaan yang mengoperasikan armada di lokasi kerja berat, faktor stabilitas jelas menjadi bagian penting dari keseluruhan performa kendaraan.
Wakil Presiden Direktur HMSI, Alex Sutisna, menyampaikan bahwa bus ini hadir sebagai solusi transportasi yang aman dan andal untuk perusahaan di sektor perkebunan dan pertambangan. Ia menegaskan kebutuhan mobilitas pekerja di area operasional berat menjadi alasan utama pengembangan model tersebut.
Mesin Euro4 disiapkan untuk kerja panjang
Dari sisi mesin, Hino Bus 136 MDBL 4×4 menggunakan N04C berstandar Euro4. Mesin ini disiapkan untuk mendukung operasi intensif hingga 24 jam di lingkungan kerja berat.
Karakter tersebut membuat bus ini relevan untuk kebutuhan mobilitas pekerja di kawasan industri yang menuntut kendaraan tetap siap pakai dalam waktu lama. Hino menempatkan daya tahan dan kesiapan operasi sebagai nilai utama agar kendaraan tidak sekadar cocok untuk medan sulit, tetapi juga mampu menjalani ritme kerja harian yang padat.
Status legal menjadi pembeda
Di kelasnya, bus ini disebut sebagai satu-satunya model yang diproduksi oleh ATPM dan sudah memiliki Surat Uji Tipe atau SUT. Status itu memberi keunggulan karena kendaraan dapat di-BBN dan beroperasi secara legal di jalan umum.
Keterangan tersebut membuat Hino Bus 136 MDBL 4×4 berbeda dari kendaraan modifikasi sejenis. Selain siap dipakai di area kerja berat, kendaraan ini juga memiliki landasan legal yang lebih jelas untuk digunakan secara operasional.
Tampil bersama lini kendaraan niaga lain
Peluncuran bus 4×4 ini berlangsung di tengah deretan kendaraan niaga Hino yang juga dipamerkan di GIICOMVEC. Beberapa model lain yang ikut tampil antara lain Hino 500 Series FM 280 JD, Hino 500 Series FLX 280 JW, dan Hino 300 Series 136 MDLR.
Pada area luar ruangan, Hino turut menampilkan Hino 700 Series ZY 5041 dan ZS 4141 dalam bentuk chassis untuk kebutuhan industri berat. Ada juga Hino 300 Series 136 HDX Fire Fighter yang memperlihatkan fleksibilitas chassis Hino untuk aplikasi khusus.
Dari sisi layanan, Hino menegaskan konsep Total Support lewat ketersediaan suku cadang asli, jaringan dealer yang luas, dan teknisi bersertifikat. Perusahaan juga memperkenalkan My Hino dan Hino Connect untuk membantu pelanggan memantau armada secara real-time, termasuk lokasi kendaraan, konsumsi bahan bakar, dan jadwal perawatan.







