Buyback Bank BUMN Dianggap Tepat Saat Fundamental Himbara Tetap Kuat, DPR Dorong Langkah Ini

Author: Redaksi Android62

Fundamental bank-bank Himpunan Bank Milik Negara masih dinilai kuat meski sahamnya sedang berada di bawah tekanan pasar. Di tengah kondisi itu, dorongan buyback justru menguat karena harga saham yang melemah dianggap membuka ruang pembelian kembali saat valuasi berada di bawah nilai wajarnya.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan pandangan tersebut setelah pembahasan bersama Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, PT Taspen, serta jajaran bank Himbara. Ia menilai langkah itu relevan untuk menjaga stabilitas pasar dan memperkuat kepercayaan investor terhadap sektor perbankan nasional.

Dasco menegaskan bahwa tekanan yang terjadi pada saham bank BUMN tidak mencerminkan kondisi industri perbankan secara keseluruhan. Menurut dia, fundamental perbankan nasional masih berada dalam posisi yang baik, sehingga pelemahan harga saham lebih banyak dipengaruhi dinamika pasar.

Dalam pandangan Dasco, buyback lazim dilakukan ketika harga saham dinilai terlalu rendah dibandingkan nilai yang seharusnya. Kondisi seperti ini kerap dibaca sebagai sinyal bahwa perusahaan masih memiliki prospek yang solid, meski sentimen pasar sedang menekan harga.

Pembahasan yang melibatkan lembaga investasi negara dan institusi keuangan milik negara juga menjadi bagian penting dari upaya menjaga ketenangan pasar. Keterlibatan mereka dinilai dapat membantu meredam tekanan pada saham bank BUMN sekaligus menjaga keyakinan investor.

Dari sisi kinerja, Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyebut fundamental bank-bank Himbara berada dalam performa yang sangat baik. Ia menjelaskan bahwa pertumbuhan kredit rata-rata mencapai sekitar 20%, sementara dana pihak ketiga atau DPK tumbuh di kisaran 20% hingga 30%.

Putrama juga menekankan bahwa likuiditas perbankan tetap terjaga dengan baik. Loan to deposit ratio atau LDR disebut berada di kisaran 88% sampai 90%, yang menunjukkan kondisi bisnis bank-bank BUMN masih solid meski sahamnya sedang tertekan.

Data tersebut memperkuat pandangan bahwa pelemahan harga saham tidak otomatis berarti ada masalah pada operasional bank. Pertumbuhan kredit dan DPK yang tetap tinggi justru menunjukkan aktivitas usaha bank-bank pelat merah masih berjalan kuat.

Dari sisi pemerintah, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat, terutama pada sektor perbankan. Ia menilai koordinasi antara pemerintah, lembaga investasi negara, dan perbankan perlu terus diperkuat untuk menghadapi tantangan ekonomi global.

Prasetyo juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berdiskusi dan bekerja sama menjaga stabilitas ekonomi nasional. Di tengah dinamika pasar global, bank-bank BUMN tetap dipandang sebagai salah satu penopang utama perekonomian Indonesia.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru