BYD kembali memperjelas arah pemisahan pasar lewat sub-brand Linghui dengan menyiapkan MPV bisnis M9 untuk meluncur pada 29 Juni. Mobil ini langsung menonjol karena tidak hanya ditujukan untuk korporat dan layanan ride-hailing, tetapi juga disiapkan untuk kebutuhan keluarga.
Posisi itu membuat M9 berbeda dari banyak model armada lain yang biasanya fokus semata pada efisiensi operasional. Linghui justru mencoba membawa kesan bisnis yang kuat tanpa meninggalkan kenyamanan kabin bagi penumpang pribadi.
Ukuran besar untuk ruang yang lebih lapang
Linghui M9 dibangun di atas BYD Xia MPV dan memiliki dimensi yang cukup besar. Panjangnya mencapai 5.200 milimeter, dengan lebar 1.970 milimeter, tinggi 1.805 milimeter, dan wheelbase 3.045 milimeter.
Ukuran tersebut menempatkan M9 sebagai MPV berpostur besar yang cocok untuk mobilitas jarak jauh maupun penggunaan bersama. Dengan basis itu, Linghui menonjolkan kombinasi antara tampilan bisnis dan kenyamanan keluarga dalam satu model.
Jaringan penjualan mulai bersiap
Linghui menyebut unit display M9 sudah mulai tiba di toko-toko merek tersebut di seluruh negeri. Kehadiran mobil pajang ini menjadi tanda bahwa peluncuran resmi semakin dekat dan jaringan penjualan mulai menyiapkan respons pasar.
M9 menjadi produk ketiga dari Linghui setelah dua sedan listrik murni lebih dulu hadir. Ekspansi ke segmen MPV menunjukkan bahwa sub-brand ini tidak lagi hanya bermain di sedan, tetapi juga merambah kendaraan yang lebih relevan untuk armada bisnis dan keluarga.
Strategi BYD menjaga citra model utama
Linghui adalah brand otomotif baru yang diluncurkan BYD pada Februari tahun ini. Fokus utamanya ada pada pasar ride-hailing dan klien korporat, dua segmen yang sangat dekat dengan penggunaan kendaraan dalam jumlah besar.
Langkah pemisahan ini juga menjadi cara BYD menjaga model arus utama agar tidak terlalu lekat dengan penggunaan taksi. Jika kendaraan utama dipakai masif sebagai armada, citra merek berisiko turun, sehingga saluran khusus dinilai lebih aman untuk jangka panjang.
BYD sendiri sudah memiliki sejumlah model terjangkau yang populer di pasar ride-hailing. Biaya operasional yang efisien membuat model-model itu digemari untuk armada, tetapi pada saat yang sama dapat memberi tekanan pada persepsi merek.
Jejak model sebelumnya di keluarga Linghui
Sebelum M9, Linghui lebih dulu merilis e7 dan e9 sebagai sedan listrik penuh. e7 meluncur pada April dengan harga awal 95.800 yuan, sedangkan e9 mulai dijual pada 9 Mei dengan harga awal 150.800 yuan.
e7 dibangun di atas platform BYD Sealion 06 EV dan diarahkan ke pasar ride-hailing. Sementara itu, e9 berada di atas basis BYD Han dan diposisikan sebagai sedan listrik C-class.
Teknologi inti BYD ikut dibawa
Linghui menyebut seluruh modelnya akan mengintegrasikan teknologi inti BYD, termasuk sistem bantuan pengemudi canggih God’s Eye dan sistem kendali bodi cerdas DiSus. Pada e9, BYD juga memasang baterai Blade generasi kedua dan teknologi pengisian cepat terbaru.
Sistem pengisian itu diklaim mampu mengisi daya dari 10 persen ke 70 persen dalam lima menit. Bagi pasar mobilitas intensif, kemampuan seperti ini menjadi nilai jual penting karena waktu henti kendaraan dapat ditekan.
Dengan peluncuran M9 pada 29 Juni, Linghui terlihat makin serius membangun identitas sebagai merek mobilitas yang berdiri terpisah. Arah ini menunjukkan BYD tidak hanya menambah lini produk, tetapi juga merapikan strategi merek untuk pasar bisnis dan armada.
Source: cnevpost.com






