Kode regulasi dan sinyal dari akun resmi BYD membuat model M6 berteknologi plug-in hybrid makin kuat mengarah ke peluncuran sore ini. Jika skenario itu tepat, Indonesia akan melihat langkah baru dari BYD, yang selama ini lebih dikenal lewat mobil listrik murni.
Petunjuk dari dokumen resmi sudah lebih dulu muncul. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 11 tahun 2026 tentang Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor, Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, dan Pajak Alat Berat, tercantum mobil BYD berkode MEH di segmen minibus.
Penelusuran atas kode tersebut mengarah ke BYD M6 dengan teknologi plug-in hybrid. Sementara itu, versi listriknya tercatat memakai kode MEE, sehingga kemunculan MEH memberi isyarat adanya varian baru di keluarga M6.
Sinyal dari teaser resmi
Dugaan kehadiran model baru itu juga diperkuat oleh teaser di akun Instagram BYD. Dalam unggahan tersebut, terlihat jadwal peluncuran pada 18 Mei 2026 pukul 18.00 WIB dengan tagline “Fuel Less Feel More”.
Visual yang ditampilkan membuat arah spekulasi bergeser dari mobil listrik biasa. BYD juga membagikan teaser lain berupa tampilan layar speedometer yang menampilkan ikon baterai dan bensin, kombinasi yang umum ditemui pada kendaraan plug-in hybrid.
Di sisi global, BYD memang sudah memiliki teknologi plug-in hybrid yang mereka sebut DM. Teknologi inilah yang kini dinilai siap dibawa ke Indonesia dan membuka peluang hadirnya lini hybrid pertama BYD di pasar domestik.
Nama M6 paling kuat mengemuka
Bentuk siluet pada teaser disebut mirip MPV BYD M6. Petunjuk itu kemudian makin kuat setelah beberapa video BYD menampilkan teknologi DM Series pada model M6.
Karena itu, M6 PHEV menjadi kandidat terkuat untuk meluncur sore ini. Jika benar, model tersebut akan menambah varian baru dari MPV yang selama ini sudah hadir dalam versi listrik.
Daftar di regulasi juga memperlihatkan skala kehadirannya. Ada tujuh BYD M6 berkode MEH yang terdaftar, dengan nilai jual yang bervariasi dari Rp 104 juta hingga Rp 123 juta.
Kemungkinan memakai nama Song Max DM-i
Di beberapa negara, BYD M6 dikenal sebagai BYD Song Max. Untuk versi plug-in hybrid, nama yang dipakai adalah Song Max DM-i, dan model ini mengusung mesin bensin 1.498 cc sebagai sumber tenaga utama.
Mobil tersebut juga dibekali motor listrik 145 kW yang setara 197 PS. Mesin bensinnya menghasilkan 110 PS dan torsi 135 Nm, sedangkan motor listriknya menyumbang torsi 325 Nm.
Song Max DM-i memakai baterai Blade berkapasitas 18,3 kWh. Dengan baterai itu, jarak tempuh listriknya diklaim mencapai 105 km berdasarkan siklus NEDC.
Saat mesin bensin dan motor listrik bekerja bersama, jarak tempuh total kendaraan ini disebut hampir 1.000 km sebelum perlu mengisi bensin atau daya kembali. Angka itu menjadi salah satu daya tarik terbesar bila BYD benar-benar membawa M6 PHEV ke pasar Indonesia.







