Arah baru Call of Duty kini makin jelas: seri ini mulai bersiap meninggalkan PS4, dan sinyal yang muncul dari akun resmi Call of Duty memperkuat dugaan itu. Pengembangan game berikutnya disebut tidak ditujukan untuk konsol tersebut, sehingga rumor yang sempat beredar langsung ditepis.
Bagi banyak pemain, kabar ini bukan sekadar soal satu platform. Keputusan itu justru dibaca sebagai tanda bahwa Activision mulai menutup era kompromi yang selama ini menjaga Call of Duty tetap hadir di generasi lama.
PS4 tidak lagi masuk rencana
Pernyataan resmi di X menyebut bahwa kabar pengembangan di PS4 tidak benar. Dengan begitu, entri berikutnya dari Call of Duty tidak akan rilis di PlayStation 4.
Dampaknya dinilai lebih luas dari sekadar hilangnya satu versi konsol. Karena PS4 sudah tidak masuk rencana, langkah berikutnya diperkirakan juga akan menyeret Xbox One ke arah yang sama.
Dukungan lintas generasi mendekati akhir
Jika Xbox One ikut ditinggalkan, maka ini akan menjadi kali pertama sejak Call of Duty: Ghosts ada game utama Call of Duty yang melewati seluruh generasi PS4 dan Xbox One. Situasi itu sekaligus menandai berakhirnya masa panjang dukungan lintas generasi untuk seri ini.
Bagi komunitas, perubahan tersebut terasa besar karena selama ini Call of Duty dikenal tetap hadir di banyak perangkat. Kehadiran di generasi lama membuat seri ini lebih mudah dijangkau, tetapi juga membatasi ruang gerak pengembang.
Tekanan untuk sepenuhnya pindah ke hardware baru
IGN melaporkan bahwa usia PS4 kini hampir menyentuh 13 tahun di pasaran. Di sisi lain, PlayStation 5 sudah menjadi platform yang mapan, sementara pembicaraan soal konsol masa depan juga mulai ramai dibicarakan.
Kondisi itu membuat dorongan untuk sepenuhnya bergerak ke hardware baru semakin kuat. Dengan fokus ke konsol yang lebih modern, studio seperti Infinity Ward dan tim lain di balik franchise ini disebut bisa bekerja dengan lebih bebas.
Ekspektasi pemain ikut berubah
Banyak pemain sudah lama menilai Call of Duty masih tertahan oleh batasan hardware generasi sebelumnya. Kompromi agar game tetap berjalan di konsol lama kerap dianggap mengurangi ruang untuk inovasi.
Karena itu, hilangnya PS4 dan Xbox One dari strategi peluncuran berikutnya memunculkan harapan baru. Ekspektasi yang paling sering muncul mencakup grafis yang lebih baik, peta yang lebih besar, sistem AI yang lebih canggih, dan performa yang lebih mulus.
Respons campuran dari judul sebelumnya
Arah baru ini juga datang setelah respons campuran terhadap Call of Duty: Black Ops 7. Game tersebut tetap meluncur di dua generasi konsol, tetapi performanya disebut tidak sekuat judul-judul sebelumnya.
Sebagian penggemar menilai dukungan lintas generasi ikut membatasi potensi penuh game itu. Karena itulah, langkah meninggalkan PS4 dan Xbox One kini dipandang sebagai jawaban atas kritik yang sudah lama muncul di komunitas.
Activision sendiri belum memaparkan seluruh alasan di balik perubahan strategi ini. Namun, ada laporan bahwa versi last-gen mungkin dibatalkan di tahap akhir pengembangan, meski detailnya belum dijelaskan lebih jauh.
Pertanyaan berikutnya soal platform masa depan
Di tengah perubahan arah tersebut, pembahasan baru ikut muncul tentang ke mana Call of Duty akan melangkah setelah ini. Salah satu yang ikut dibicarakan adalah kemungkinan ekspansi ke konsol berikutnya dari Nintendo, sejalan dengan komitmen sebelumnya dari Microsoft.
Untuk saat ini, pesan yang paling tegas adalah bahwa Call of Duty sedang menjauh dari generasi lama. Seri ini tampak menata ulang prioritasnya agar tidak lagi terikat oleh keterbatasan PS4 dan Xbox One.
