Campak tidak selalu meninggalkan perlindungan yang benar-benar mutlak. Pada sebagian kecil orang, infeksi ulang masih dapat terjadi, terutama ketika sistem kekebalan sedang melemah atau antibodi tidak lagi bekerja optimal.
Kondisi itu membuat riwayat pernah terkena campak tidak otomatis berarti aman selamanya. Perlindungan yang terbentuk memang biasanya kuat dan berlangsung lama, tetapi tetap ada situasi tertentu saat virus bisa kembali masuk ke tubuh.
Bagaimana tubuh menyimpan perlindungan
Saat seseorang sembuh dari campak, tubuh membentuk antibodi spesifik dan sel memori imun. Keduanya bekerja seperti penanda agar sistem kekebalan dapat mengenali virus yang sama lebih cepat saat paparan berikutnya terjadi.
American Society for Microbiology menyebut orang yang sudah sembuh dari campak umumnya memiliki perlindungan jangka panjang terhadap virus tersebut. Karena itu, infeksi ulang jauh lebih jarang terjadi dibandingkan pada orang yang belum pernah sakit.
Meski begitu, kekuatan perlindungan itu tidak sama pada setiap orang. Kondisi kesehatan dan daya tahan tubuh tetap memengaruhi seberapa baik sistem imun mempertahankan perlindungan tersebut.
Kapan campak bisa muncul lagi
Infeksi ulang campak biasanya dikaitkan dengan keadaan ketika pertahanan tubuh tidak bekerja maksimal. Hal ini dapat terjadi saat sistem imun melemah, kadar antibodi menurun, atau ada gangguan kekebalan tertentu.
Dalam situasi seperti itu, virus lebih mudah lolos dari perlindungan yang pernah terbentuk. Meski peluangnya kecil, campak tetap bisa muncul kembali pada sebagian orang yang sebelumnya pernah terinfeksi.
Ada juga kondisi yang disebut modified measles. Pada keadaan ini, campak muncul dengan gejala yang lebih ringan sehingga sering tidak langsung dikenali sebagai campak.
Campak juga dapat melemahkan daya tahan tubuh
Selain soal infeksi ulang, campak juga dikenal dapat memengaruhi sistem imun setelah seseorang sembuh. Harvard Magazine menyebut virus ini dapat menghapus sebagian memori sistem imun terhadap infeksi lain yang pernah dilawan tubuh sebelumnya.
Kondisi ini disebut immune amnesia. Akibatnya, perlindungan terhadap penyakit lain bisa menurun untuk sementara setelah infeksi campak.
Dampaknya tidak selalu terlihat langsung pada semua orang. Namun, tubuh bisa menjadi lebih rentan terhadap infeksi lain, tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing individu.
Gejala yang patut diwaspadai
Campak umumnya diawali demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah. Setelah itu, ruam merah biasanya muncul di wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lain.
Penyakit ini kerap dianggap sebagai masalah anak-anak, padahal campak juga bisa menimbulkan komplikasi serius. Risiko lebih besar dapat terjadi pada anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.
Komplikasi yang mungkin muncul antara lain pneumonia, diare berat, dan peradangan otak yang berpotensi fatal. Karena itu, penanganan dini tetap penting agar dampaknya tidak berkembang lebih berat.
Perlindungan yang paling efektif
Pencegahan campak paling andal tetap melalui vaksinasi. Salah satu vaksin yang digunakan adalah measles, mumps, rubella atau MMR, yang melindungi dari campak, gondongan, dan rubella.
Vaksin bekerja dengan melatih sistem imun mengenali virus tanpa perlu mengalami infeksi terlebih dahulu. Cara ini membantu menekan risiko gejala berat sekaligus mengurangi penularan di masyarakat.
Vaksinasi juga mendukung perlindungan kolektif atau herd immunity. Perlindungan ini penting bagi orang yang tidak bisa menerima vaksin karena kondisi kesehatan tertentu.
Riwayat pernah terkena campak memang sering memberi perlindungan jangka panjang, tetapi bukan berarti risiko hilang sepenuhnya. Karena penularannya sangat tinggi dan komplikasinya bisa serius, campak tetap perlu dicegah dengan langkah yang paling aman bagi kesehatan jangka panjang.
Source: www.beritasatu.com