CAR T-Cell Therapy Ubah Strategi Kanker Darah, PET-CT Bantu Diagnosis Makin Akurat

Author: Redaksi Android62

CAR T-cell therapy menjadi salah satu pendekatan paling menjanjikan dalam pengobatan kanker darah karena memakai sel T milik pasien sendiri. Sel itu diambil lebih dulu melalui leukapheresis, lalu dimodifikasi di laboratorium agar lebih mampu mengenali dan menyerang sel kanker sebelum dikembalikan ke tubuh pasien.

Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana imunoterapi mulai mengambil peran yang lebih besar dalam onkologi modern. Dalam pengobatan kanker, imunoterapi kerap disebut sebagai “tombol keempat” setelah operasi, kemoterapi, dan radioterapi.

Teknologi tersebut dibahas dalam The 6th Siloam Oncology Summit 2026 yang digelar MRCCC Siloam Semanggi pada 22–24 Mei 2026 di Jakarta. Forum ini menyoroti bahwa penanganan kanker darah kini bergerak ke arah yang lebih presisi, personal, dan terukur.

Di sisi diagnosis, PET-CT scan juga memegang peran penting. Pemeriksaan ini membantu dokter membaca aktivitas metabolik di dalam tubuh dengan lebih akurat, terutama melalui penggunaan FDG atau fluorodeoxyglucose untuk memetakan area dengan metabolisme tinggi yang bisa mengarah pada lokasi penyakit.

Dokter spesialis kedokteran nuklir dari MRCCC Siloam Semanggi, dr. Ivana Dewi Mulyanto, Sp.KN(K), FANMB, menjelaskan bahwa PET-CT dapat membantu menentukan lokasi biopsi yang paling tepat. Meski begitu, hasil pemeriksaan tetap perlu dikonfirmasi lewat biopsi karena FDG juga dapat tertangkap pada jaringan inflamasi atau infeksi.

Pada kasus limfoma, manfaat PET-CT terasa sangat besar. Teknologi ini membantu menentukan stadium penyakit, menilai respons terhadap terapi, dan mendeteksi kekambuhan lebih dini.

Terapi yang lebih spesifik

CAR T-cell therapy muncul sebagai bentuk imunoterapi yang lebih maju karena dirancang untuk menyerang sel kanker secara lebih spesifik. Proses modifikasi sel T membuat terapi ini berbeda dari pendekatan yang lebih umum digunakan dalam pengobatan kanker darah.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Subspesialis Hematologi Onkologi Medik di MRCCC Siloam Semanggi, dr. Chospiadi Irawan, Sp.PD-KHOM, menilai imunoterapi sebagai salah satu perubahan penting dalam praktik penanganan kanker. Ia menekankan bahwa sistem imun pasien bisa distimulasi agar ikut melawan sel kanker secara aktif.

CAR T-cell therapy telah menunjukkan hasil yang menjanjikan pada sejumlah kanker darah. Jenis yang disebutkan antara lain leukemia sel B, chronic lymphocytic leukemia atau CLL, dan limfoma non-Hodgkin.

Pada pasien tertentu, terapi ini dilaporkan mampu menghasilkan tingkat remisi yang cukup tinggi. Perkembangannya juga terus berlanjut ke generasi terbaru yang memakai kombinasi costimulatory domain seperti CD28 dan 4-1BB untuk meningkatkan proliferasi serta aktivitas sel T terhadap tumor.

Peran teknologi tidak bisa berdiri sendiri

Meski teknologi semakin canggih, kualitas layanan kanker tetap bergantung pada kesiapan tenaga medis dan sistem yang menopangnya. Chief Executive Officer Siloam International Hospitals, Caroline Riady, menegaskan bahwa mutu layanan kanker ditentukan oleh teknologi, fasilitas, dan kompetensi sumber daya manusia.

Ia menekankan pentingnya pembelajaran berkelanjutan, kolaborasi lintas disiplin, dan koneksi dengan komunitas medis global. Menurutnya, kebutuhan penanganan kanker modern yang makin kompleks menuntut banyak keahlian bekerja secara bersamaan.

Executive Director MRCCC Siloam Semanggi, dr. Edy Gunawan, MARS, juga menyoroti arah baru precision oncology yang menuntut terapi berbasis biomarker dan diagnostik modern. Ia menjelaskan bahwa pengobatan kanker kini tidak hanya mengejar kelangsungan hidup, tetapi juga kualitas hidup pasien melalui terapi yang lebih personal dan minim efek samping.

Tantangan akses masih besar

Di balik potensi besar CAR T-cell therapy, masih ada hambatan yang tidak ringan. Tantangannya mencakup risiko toksisitas, proses produksi yang kompleks, dan biaya yang mahal.

Karena itu, penggunaannya masih terbatas pada pasien yang sudah gagal menjalani beberapa lini terapi sebelumnya. Kondisi tersebut membuat pengembangan layanan kanker tidak cukup hanya bertumpu pada inovasi, tetapi juga pada kesiapan sistem agar terapi modern dapat diterapkan lebih luas.

Arah layanan kanker darah kini semakin menempatkan pasien di pusat pengambilan keputusan. Dengan dukungan PET-CT untuk diagnosis yang lebih tepat dan CAR T-cell therapy untuk terapi yang lebih spesifik, pengobatan bergerak menuju pendekatan yang lebih terarah dan berpotensi memberi manfaat klinis nyata.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru