Bukan Aplikasi Biasa, Cara Memakai Google Material Design di HP yang Sering Disalahpahami

Google Material Design bukan aplikasi yang tinggal dipasang lalu langsung dipakai di HP. Sistem ini adalah standar desain antarmuka buatan Google yang mengatur tampilan agar lebih rapi, konsisten, dan mudah digunakan.

Justru di situlah letak kekeliruannya. Banyak pengguna mengira Material Design bisa dicari di Play Store seperti aplikasi biasa, padahal manfaat utamanya lebih terasa saat dipakai sebagai panduan desain atau diterapkan dalam pengembangan aplikasi Android.

Untuk Apa Material Design Dipakai

Material Design menyediakan panduan untuk warna, tipografi, ikon, tata letak, animasi, dan komponen antarmuka. Elemen seperti tombol, menu, kartu, dan navigasi menjadi bagian penting yang sering dimanfaatkan oleh pengembang.

Dengan kerangka itu, Google berupaya membuat pengalaman di berbagai aplikasi terasa seragam dan mudah dipahami. Karena fungsinya sebagai standar desain, Material Design lebih tepat dipandang sebagai sistem, bukan aplikasi tunggal.

4 Cara Mengakses atau Memakainya

CaraLangkah UtamaTujuan
Install aplikasi Material DesignCari Material Design atau Material Design 3 di Google Play Store, lalu tekan InstallMencari aplikasi yang berkaitan dengan Material Design
Lewat perambanBuka situs resmi Material Design milik Google melalui peramban di HPMelihat komponen desain dan panduan antarmuka
Untuk membuat aplikasi AndroidInstal Android Studio, buat proyek baru, lalu tambahkan library Material Components atau Material 3Menerapkan Material Design dalam pengembangan aplikasi
Memperbarui aplikasi GoogleBuka Play Store, pilih Kelola aplikasi & perangkat, lalu perbarui aplikasi Google yang tersediaMemastikan aplikasi Google tetap diperbarui

Yang Perlu Dipahami Pengguna HP

Bagi pengguna biasa, langkah paling dekat memang membuka Google Play Store dan mencari aplikasi yang terkait dengan Material Design. Namun, jalur yang lebih relevan justru ada pada situs resmi Google atau pada proses pengembangan aplikasi Android di komputer.

Media Indonesia menyebut Google Material Design sebagai standar antarmuka yang digunakan di banyak aplikasi Android. Artinya, manfaatnya lebih sering dirasakan saat pengguna memakai aplikasi yang mengikuti prinsip desain Google, bukan saat memasang satu aplikasi khusus bernama Material Design.

Jika tujuannya belajar tampilan antarmuka, situs resmi Material Design bisa dijadikan acuan. Jika tujuannya membangun aplikasi, Android Studio bersama Material Components atau Material 3 menjadi jalur yang lebih tepat.

Pada akhirnya, Google Material Design adalah kerangka desain yang membantu banyak aplikasi tampil konsisten di HP. Karena itu, pencarian di Play Store perlu dipahami dengan benar agar pengguna tidak keliru mengira ada satu aplikasi resmi yang wajib diinstal untuk mendapatkan Material Design.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terkait