CASA BCA Naik 11,2 Persen, Laba Kuartal I 2026 Menyentuh Rp 14,7 Triliun

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat laba bersih Rp 14,7 triliun pada kuartal I-2026. Capaian itu didorong oleh penyaluran kredit yang mencapai Rp 994 triliun per Maret 2026, sementara dana murah atau CASA ikut menguat 11,2 persen menjadi Rp 1.089 triliun.

Di tengah pertumbuhan tersebut, kualitas pendanaan BCA tetap terlihat kuat. Komposisi CASA mencapai 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga yang sebesar Rp 1.292,4 triliun, sehingga memberi ruang bagi bank untuk menjaga ekspansi bisnis dengan struktur pendanaan yang efisien.

Kredit produktif jadi penopang utama

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyebut awal 2026 mendapat dorongan dari momentum Ramadan dan Idul Fitri. Ia mengatakan, “Mengawali 2026, kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan Idul Fitri yang mendukung kinerja kredit.”

Dorongan terbesar datang dari kredit produktif yang mencapai Rp 760,2 triliun. Angka itu tumbuh 7,8 persen secara tahunan dan menjadi penggerak utama portofolio pembiayaan BCA pada awal tahun.

Pembiayaan UMKM dan sektor berkelanjutan ikut bergerak

Selain kredit produktif, pembiayaan ke usaha mikro, kecil, dan menengah juga menunjukkan kenaikan yang solid. Kredit UMKM tercatat tumbuh 12 persen secara tahunan menjadi Rp 146 triliun.

BCA juga mencatat penyaluran kredit ke sektor-sektor berkelanjutan sebesar Rp 258,4 triliun. Nilai itu naik 10 persen dan setara 26 persen dari total portofolio pembiayaan bank, memperlihatkan porsi yang masih besar pada segmen tersebut.

Green financing dan energi terbarukan terus berkembang

Di sisi pembiayaan hijau, BCA membukukan green financing sebesar Rp 113 triliun. Salah satu pertumbuhan paling menonjol terlihat pada sektor Energi Baru dan Terbarukan yang naik 53,5 persen secara tahunan.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa pembiayaan terkait transisi energi masih mendapat ruang dalam ekspansi bisnis bank. Pada saat yang sama, pembiayaan tetap diarahkan ke sektor usaha dan aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Pendanaan kuat menjaga ruang ekspansi

Kenaikan CASA menjadi salah satu penopang penting bagi kinerja BCA. Dana giro dan tabungan yang mencapai Rp 1.089 triliun menegaskan tingginya penggunaan layanan transaksi nasabah di berbagai kanal.

Hendra Lembong menyampaikan bahwa pertumbuhan itu sejalan dengan perkembangan perbankan transaksi BCA. Ia juga menyoroti pengembangan fitur di aplikasi myBCA sebagai bagian dari upaya menjaga layanan transaksi tetap relevan bagi nasabah.

Risiko kredit tetap terkendali

Di tengah ekspansi bisnis, BCA masih menjaga kualitas aset pada level yang baik. Rasio kredit bermasalah atau NPL berada di angka 1,8 persen, menandakan profil risiko masih berada dalam batas yang terkendali.

Manajemen menyebut penyaluran kredit dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Disiplin manajemen risiko juga tetap dijaga dalam setiap langkah perluasan pembiayaan agar pertumbuhan bisnis tetap sejalan dengan kualitas aset yang sehat.

Dengan laba bersih yang naik, kredit yang menembus Rp 994 triliun, dan CASA yang terus menguat, posisi BCA pada awal 2026 terlihat solid. Dukungan kredit produktif, pembiayaan UMKM, serta sektor berkelanjutan menjadi unsur penting yang menjaga pertumbuhan bank tetap terarah dan didukung fondasi pendanaan yang kuat.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer