Jarak tempuh hingga sekitar 1.000 km dalam sekali isi penuh menjadi sorotan terbesar dari kerja sama Togg dan CATL. Angka itu datang dari platform generasi terbaru yang mereka siapkan bersama, lengkap dengan pengisian cepat yang diklaim mampu menambah ratusan kilometer hanya dalam waktu sekitar lima menit.
Di balik target tersebut, keduanya tidak sekadar bekerja pada baterai. Togg dan anak usaha CATL, Contemporary Amperex Intelligent Technology (CAIT), justru masuk lebih dalam ke fondasi kendaraan listrik lewat pengembangan skateboard chassis untuk tiga model EV di segmen B.
Pembagian peran dibuat lebih jelas
Kerja sama ini menunjukkan pola baru dalam industri kendaraan listrik. Togg akan fokus pada desain kendaraan, pengalaman pengguna, dan sistem digital, sementara CATL menyediakan platform dasar yang sudah mengintegrasikan baterai.
Dengan susunan seperti itu, Togg tidak perlu membangun platform kendaraan dari nol. CATL pun memperluas perannya, dari sekadar produsen baterai menjadi penyedia platform kendaraan listrik terintegrasi.
Skateboard chassis sendiri adalah arsitektur EV yang menyatukan baterai, motor listrik, suspensi, dan komponen utama lain dalam satu struktur dasar. Format ini memudahkan produsen menyiapkan banyak varian kendaraan di atas fondasi yang sama.
Efisiensi produksi jadi alasan utama
Salah satu daya tarik terbesar skateboard chassis terletak pada fleksibilitas produksinya. Struktur atas dan bawah kendaraan bisa dikembangkan secara paralel, sehingga waktu pengembangan dapat dipangkas dan biaya kerja menjadi lebih efisien.
Pendekatan modular ini juga disebut mempercepat lahirnya mobil secara signifikan. Jika metode konvensional membutuhkan waktu lebih panjang, model seperti ini memungkinkan proses pengembangan berlangsung sekitar satu hingga dua tahun.
Karena itu, kerja sama Togg dan CATL tidak hanya mengejar produk akhir. Keduanya juga menargetkan proses pengembangan yang lebih ringkas dan lebih cepat dibanding cara lama.
Baterai ikut menjadi bagian struktur
Platform yang dipakai dalam proyek ini mengadopsi teknologi Cell-to-Chassis atau CTC. Dalam pendekatan ini, baterai tidak lagi berdiri sebagai komponen tambahan, melainkan ikut menjadi bagian struktural kendaraan.
Dampaknya terasa pada efisiensi ruang kabin dan kekuatan struktur kendaraan. Distribusi bobot juga menjadi lebih optimal, sehingga stabilitas berkendara ikut meningkat.
Pola ini membuat desain kendaraan lebih terintegrasi. Pada saat yang sama, pengembangan platform juga bisa lebih mudah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan produksi massal.
Keselamatan dan performa ikut diuntungkan
Selain efisien, skateboard chassis juga menawarkan keunggulan dari sisi keselamatan. Struktur ini dirancang untuk menyerap energi benturan lebih baik saat kecelakaan, sehingga perlindungan penumpang dapat meningkat.
Dari sisi performa, pengaturan bobot yang lebih rapi membantu pengendalian di berbagai kondisi jalan. Karakter platform yang terintegrasi juga membuat mobil lebih mudah dioptimalkan.
Bagi pabrikan, kombinasi ini penting karena kendaraan listrik tidak hanya dituntut jauh jarak tempuhnya. Efisiensi produksi dan kualitas berkendara tetap harus berjalan bersamaan.
Target besar yang dibawa ke proyek baru
Platform generasi terbaru yang dikembangkan bersama ini diklaim mampu membawa mobil menempuh sekitar 1.000 km dalam sekali pengisian penuh berdasarkan standar pengujian tertentu. Angka tersebut menempatkannya di jajaran paket paling ambisius di dunia kendaraan listrik.
CATL juga menyiapkan fast charging yang memungkinkan baterai menambah ratusan kilometer jarak tempuh hanya dalam sekitar lima menit. Kombinasi jarak tempuh panjang dan pengisian super cepat menjadi nilai jual utama dari platform ini.
Jika kemudian diproduksi massal pada 2027, proyek tersebut berpotensi menjadi langkah penting di industri EV global. Togg sendiri terus memperkuat posisinya di pasar global melalui model SUV listrik yang sudah dipasarkan di negara asalnya.
Source: www.liputan6.com






