CBF Murka ke FIFA, Gol Vinícius Júnior yang Dianulir VAR Picu Protes Keras

Author: Redaksi Android62

Federasi Sepak Bola Brasil atau CBF melayangkan surat protes kepada Presiden FIFA Gianni Infantino setelah gol Vinícius Júnior dianulir lewat VAR dalam laga melawan Skotlandia. Keputusan itu memicu kemarahan Brasil karena dinilai tidak sejalan dengan prinsip turnamen yang semestinya membatasi intervensi wasit video.

Dalam pertandingan tersebut, Vinícius menjadi figur utama Brasil dengan mencetak dua gol saat timnya menang 0-3 atas Skotlandia. Namun, kesempatan sang penyerang untuk menambah satu gol lagi dan mengukir hat-trick hilang setelah VAR menyatakan ia diduga melakukan pelanggaran terhadap Jack Hendry sebelumnya.

Protes CBF ke FIFA

Surat keberatan itu ditandatangani Ketua CBF Samir Xaud. Di dalamnya, federasi Brasil menegaskan bahwa jika salah satu prinsip utama Piala Dunia adalah menghormati interpretasi wasit dan meminimalkan intervensi VAR, maka prinsip tersebut harus diterapkan secara konsisten.

CBF menilai keputusan dalam laga tersebut justru membuka kembali perdebatan tentang konsistensi penggunaan teknologi video. Federasi Brasil meminta FIFA meninjau kembali sikapnya setelah insiden itu kembali memunculkan pertanyaan soal batas intervensi wasit video.

Nama wasit lama ikut memanaskan reaksi Brasil

Salah satu alasan sikap keras Brasil adalah keterlibatan César Ramos sebagai pengadil pertandingan. Ramos sebelumnya juga memimpin laga Brasil melawan Swiss pada Piala Dunia 2018.

Dalam pertandingan itu, gol Steven Zuber untuk Swiss tetap disahkan meski Brasil menilai ada pelanggaran terhadap Miranda sebelum gol tercipta. Pengalaman tersebut masih diingat kubu Brasil dan ikut memperkuat reaksi mereka atas keputusan terbaru yang merugikan Vinícius.

CBF menilai wajar jika muncul pertanyaan ketika wasit yang sama kembali terlibat dalam keputusan penting yang berdampak pada Brasil di Piala Dunia. Karena itu, surat kepada FIFA tidak hanya berisi keberatan atas satu insiden, tetapi juga sorotan terhadap konsistensi penerapan aturan pada momen-momen krusial.

Source: www.goal.com
Berita Terbaru