Astra Honda Racing Team pulang dari Motegi dengan hasil yang menegaskan kekuatan CBR Series di tiga kelas berbeda. Tim ini memborong podium dan memperlihatkan bahwa tiap model CBR punya peran yang sangat spesifik sesuai kebutuhan balap.
Di kelas Asia Production 250, kejutan terbesar datang dari Irfan Ardiansyah. Turun sebagai pebalap pengganti, ia justru menutup dua race beruntun di posisi kedua dan menjadi salah satu sorotan utama putaran ketiga Idemitsu FIM Asia Road Racing Championship 2026.
Performa itu lahir dari Honda CBR250RR yang mendukung manuver tajam di tikungan akhir serta late-braking yang terukur. Irfan menyebut serangannya memang disiapkan untuk dua lap terakhir, dan strategi itu berjalan sesuai rencana berkat karakter motor yang cocok dengan lintasan Motegi.
AP250 dan Supersport 600 tampil dengan karakter berbeda
Masih di kelas AP250, CBR250RR juga membantu Rheza Danica Ahrens bangkit dari posisi ke-13 hingga finis kelima pada Race 1. Hasil itu menegaskan bahwa motor seperempat liter tersebut tetap agresif di tengah persaingan rapat dan penuh tekanan.
Sementara itu, kelas Supersport 600 menghadirkan pertarungan yang lebih keras dan dekat. CBR600RR menunjukkan kombinasi tenaga serta kestabilan sasis, dua faktor penting saat duel wheel-to-wheel berlangsung dengan kontak bodi dan saling salip di lap-lap akhir.
Herjun Atna Firdaus sempat tercecer ke posisi delapan saat start Race 1. Namun, ia bangkit dengan comeback dramatis dan berhasil merebut podium ketiga, lalu mengamankan finis keempat pada Race 2 saat rombongan depan tetap bergerak rapat.
Fireblade jaga konsistensi di kelas premier
Di kategori Asia Superbike 1000, M. Adenanta Putra membawa CBR1000RR-R Fireblade tampil konsisten. Motor tersebut dinilai punya penyaluran tenaga yang presisi dan linear, sebuah keunggulan penting untuk balapan 15 lap yang menuntut ritme stabil.
Kondisi Adenanta juga menjadi perhatian karena ia baru pulih dari operasi arm pump. Meski begitu, ia tetap mampu finis kedelapan pada kedua race dan menjaga hasil yang solid di kelas tertinggi.
Rangkaian hasil ini memperlihatkan bahwa line-up CBR Series memiliki keunggulan berbeda pada tiap kelas. CBR250RR menonjol lewat kelincahan, CBR600RR lewat kestabilan sasis, sedangkan CBR1000RR-R Fireblade membantu menjaga kontrol dan ritme di kelas premier.
Hasil tersebut juga membawa bendera Merah Putih berkibar di Jepang. AHRT bukan hanya pulang dengan podium, tetapi juga menunjukkan bahwa paket motor dan pebalap Indonesia masih kompetitif dalam persaingan level Asia.
General Manager Marketing Planning and Analysis AHM, Andy Wijaya, mengapresiasi totalitas seluruh pebalap dan berharap hasil di Motegi menjadi dorongan untuk tampil lebih kuat pada putaran berikutnya. Ujian selanjutnya sudah menanti di Sirkuit Mandalika, Indonesia, pada Agustus mendatang.
