Memilih hewan kurban tidak cukup berhenti pada harga atau tampilan luarnya saja. Dari awal, pembeli perlu memastikan hewan itu sehat, layak, dan berasal dari jenis ternak yang memang sah untuk kurban.
Jenis hewan yang dapat dijadikan kurban adalah unta, sapi, kerbau, kambing, dan domba. Selain itu, kondisi fisiknya juga harus diperhatikan agar ibadah tetap sesuai syariat dan daging yang dibagikan aman dikonsumsi.
Salah satu hal yang paling sering terlewat adalah usia hewan. Kambing dan domba minimal berumur 1 tahun, sedangkan sapi dan kerbau minimal 2 tahun.
Cara sederhana untuk memperkirakan umur hewan bisa dilihat dari gigi susu. Jika dua gigi susu depan sudah tanggal atau poel, kambing dan domba umumnya berada pada usia 12 hingga 18 bulan.
Pada sapi, tanda serupa biasanya menunjukkan usia sekitar 22 bulan. Pemeriksaan seperti ini membantu pembeli menilai umur hewan tanpa hanya bergantung pada keterangan penjual.
Tanda hewan sehat yang perlu dicari
Hewan kurban yang baik biasanya memiliki nafsu makan bagus dan gerak yang lincah. Mata terlihat bening, bulu bersih dan mengilap, sementara cuping hidung tampak basah bukan karena flu.
Ciri-ciri tersebut menjadi petunjuk awal bahwa kondisi fisik hewan masih baik. Karena itu, pemeriksaan visual sederhana tetap penting sebelum transaksi dilakukan.
Sebaliknya, hewan yang pincang, buta, atau terserang penyakit kulit seperti kudis sebaiknya dihindari. Kondisi seperti itu menunjukkan hewan tidak layak dipilih untuk kurban.
Bentuk tubuh juga perlu dicermati dengan saksama. Hewan yang gemuk dan bugar jauh lebih layak dipertimbangkan dibanding hewan yang tampak lemah atau terlalu kurus.
Kurus ekstrem dan tubuh yang lesu sering menjadi tanda hewan sedang tidak sehat. Karena itu, ukuran tubuh tidak boleh menjadi satu-satunya patokan saat memilih.
Asal ternak ikut menentukan kualitas
Tempat hewan dipelihara juga punya pengaruh besar terhadap kualitasnya. Hewan yang diternak di tempat pembuangan sampah sebaiknya tidak dipilih karena berisiko mengonsumsi bahan berbahaya.
Membeli dari sumber yang terpercaya menjadi langkah yang lebih aman. Balai Ternak BAZNAS disebut menerapkan SOP ketat, mulai dari pencatatan riwayat kesehatan hingga pemberian vitamin rutin.
Kehati-hatian seperti ini penting karena kualitas hewan kurban akan berpengaruh pada mutu daging yang diterima masyarakat. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan sebelum hewan dibeli, bukan setelah penyembelihan selesai.
Ciri daging segar setelah disembelih
Setelah daging dibagikan, pemeriksaan tetap perlu dilakukan sebelum masuk ke tahap masak. Daging kurban yang segar umumnya berwarna merah cerah, bukan pucat atau cenderung kecokelatan.
Teksturnya juga menjadi tanda yang mudah dikenali. Daging yang baik terasa kenyal dan saat ditekan dapat kembali ke bentuk semula.
Aroma tidak kalah penting untuk diperhatikan. Daging segar memiliki bau khas daging, bukan bau busuk atau aroma menyengat yang menandakan kualitasnya menurun.
Tiga tanda itu bisa menjadi pemeriksaan awal yang sederhana di rumah. Jika salah satu ciri tidak terpenuhi, kehati-hatian perlu ditingkatkan sebelum daging diolah atau dikonsumsi.
Memilih hewan kurban yang tepat berarti menjaga dua hal sekaligus, yakni ketepatan ibadah dan keamanan daging yang diterima keluarga maupun masyarakat. Karena itu, ketelitian sejak awal menjadi langkah paling aman saat Idul Adha tiba.
