Cesc Fabregas Tolak 3 Pendekatan Klub Demi Mimpi Como 1907 di Liga Champions

Cesc Fabregas memilih bertahan di Como 1907 meski setidaknya tiga klub mendekatinya dalam beberapa bulan terakhir. Pelatih asal Spanyol itu menempatkan ambisi membawa Como bersaing di Liga Champions sebagai prioritas utama.

Keputusan tersebut mempertegas arah proyek Como yang berkembang jauh lebih cepat daripada perkiraan awal. Fabregas juga memiliki keterikatan lebih dalam karena ia merupakan pemegang saham minoritas klub tersebut.

Proyek Como Melaju Cepat

Pertumbuhan Como terlihat dari kenaikan nilai pemain yang disebut mencapai €389 juta dalam dua musim. Sebelumnya, nilai pemain klub itu berada di angka €60 juta.

IndikatorSebelumnyaPerkembangan
Nilai pemain€60 juta€389 juta dalam dua musim
Pertumbuhan komersial300 persen setiap tahun

Presiden Como 1907, Mirwan Suwarso, menyebut klubnya mencatat pertumbuhan nilai pemain tertinggi di Italia dalam dua musim terakhir. Ia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan komersial Como mencapai 300 persen setiap tahun.

Laju tersebut menjadi modal penting bagi klub yang masih dipandang sebagai pendatang baru dalam persaingan sepak bola Italia. Namun, percepatan itu sekaligus menuntut Como menjaga fondasi proyek agar tidak kehilangan arah saat targetnya semakin besar.

Target Liga Champions Menjadi Penentu

Como ingin memaksimalkan peluang tampil di Liga Champions sambil mempertahankan pendekatan berkelanjutan yang dibangun sejak masih berada di Serie B. Partisipasi di kompetisi Eropa itu juga dinilai dapat membantu memperkuat kondisi keuangan klub.

Mirwan mengakui pencapaian Como saat ini melampaui proyeksi internal. Klub semula memperkirakan target besar tersebut baru dapat didekati dalam beberapa tahun mendatang.

“Kami ingin meraih hasil lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, namun kami tidak menyangka bisa melangkah sejauh ini,” kata Mirwan. Pernyataan itu menunjukkan bahwa ambisi Eropa kini bukan lagi sekadar rencana jangka panjang bagi Como.

Dalam konteks tersebut, mempertahankan Fabregas menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesinambungan. Ia bukan hanya pelatih, melainkan salah satu figur yang ikut membentuk identitas olahraga klub dalam beberapa musim terakhir.

Napoli Pernah Menanyakan Fabregas

Menurut Mirwan kepada La Stampa, sejumlah klub telah menanyakan kemungkinan merekrut Fabregas. “Beberapa klub sudah menanyakan soal dirinya, setidaknya tiga klub dalam beberapa bulan terakhir, namun ia menolaknya,” ujar Mirwan.

Napoli menjadi salah satu peminat yang disebut secara terbuka oleh Mirwan. Klub tersebut kemudian menunjuk Massimiliano Allegri sebagai pelatih.

Selain Napoli, terdapat dua klub lain yang menghubungi Como terkait peluang merekrut Fabregas. Salah satunya berasal dari Italia, tetapi Mirwan tidak mengungkapkan identitas klub tersebut.

Nama mantan pemain Arsenal dan Barcelona itu memang beberapa kali dikaitkan dengan kursi pelatih klub besar. Ia sempat dihubungkan dengan Chelsea serta pernah mendekati posisi pelatih Inter Milan pada 2025.

Fabregas Memilih Melanjutkan Pekerjaan

Fabregas tetap bekerja di Como ketika Inter memilih menempuh jalur lain. Nerazzurri kemudian meraih gelar Liga Italia dan Coppa Italia musim 2025-2026 bersama Cristian Chivu.

Bagi Como, penolakan terhadap tiga pendekatan tersebut memberi waktu untuk melanjutkan proyek tanpa perubahan besar di kursi pelatih. Tantangan musim 2026-2027 adalah mempertahankan pertumbuhan cepat sambil tetap menjalankan model pengembangan yang berkelanjutan.

Source: bola.kompas.com
Berita Terkait