Sengatan listrik saat ponsel sedang diisi daya bisa berakhir jauh lebih serius daripada yang dibayangkan. Sebuah kasus di Zunyi, provinsi Guizhou, menjadi pengingat bahwa kombinasi kecil seperti charger yang tidak tepat, posisi tubuh, dan lingkungan sekitar dapat membentuk jalur arus melalui tubuh.
Korban dalam peristiwa itu sedang berbaring di sofa sambil menonton video ketika ponselnya tersambung ke charger. Menurut laporan media China seperti City Live dan Red Star News, ia tiba-tiba merasakan sensasi aneh saat memegang ponsel, lalu dalam hitungan detik kehilangan kendali atas tubuhnya dan tidak bisa bergerak.
Posisi tubuh ikut memperparah keadaan
Situasi saat kejadian membuat risiko meningkat. Kaki korban bertumpu pada pemanas, sehingga arus diduga mengalir dari tangan ke kaki dan membentuk rangkaian melalui tubuh.
Sengatan itu berlangsung cukup lama sampai korban tidak mampu meminta pertolongan. Sepupunya kemudian menyadari ada yang tidak beres, mencabut charger, lalu membawa korban ke rumah sakit.
Dokter mengonfirmasi adanya cedera akibat sengatan listrik dan luka bakar. Laporan menyebut ada luka masuk di telapak tangan, luka keluar di kaki, serta cedera pada bibir dan lidah.
Korban sempat dirawat di unit perawatan intensif sebelum dipindahkan ke ruang rawat biasa. Rangkaian cedera itu menunjukkan bahwa pengisian daya yang tampak normal dapat berubah menjadi keadaan darurat medis.
Charger non-asli ikut menjadi sorotan
Salah satu hal yang diungkap korban adalah penggunaan charger dan kabel yang bukan bawaan asli perangkat. Aksesori non-orisinal dapat menambah risiko, terutama jika kualitasnya rendah.
Masalahnya tidak berdiri sendiri pada satu faktor. Kebiasaan memakai ponsel saat sedang dicas, ditambah kontak dengan permukaan lain yang terkait sumber listrik seperti pemanas, dapat memudahkan arus melewati tubuh.
Karena itu, insiden seperti ini dinilai muncul dari gabungan beberapa keadaan sekaligus. Bukan hanya charger, tetapi juga cara penggunaan dan kondisi sekitar yang sama-sama berperan.
Kebiasaan kecil yang sebaiknya dihindari
Cara paling aman adalah tidak memakai ponsel saat sedang diisi daya. Kebiasaan ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi berbahaya ketika ada faktor lain yang memperburuk situasi.
Pengguna juga disarankan memakai charger bawaan asli atau aksesori yang memiliki sertifikasi yang tepat. Kabel yang sudah aus, longgar, atau tampak rusak sebaiknya tidak lagi dipakai.
Ponsel juga sebaiknya dijauhkan dari air dan permukaan logam saat sedang dicas. Jika perangkat atau charger terasa terlalu panas, sambungan pengisian daya perlu segera dihentikan.
Mengisi daya di atas tempat tidur, sofa, atau dekat pemanas juga tidak disarankan. Kasus di China menunjukkan bahwa posisi tubuh dan benda di sekitar dapat memperbesar dampak jika terjadi kebocoran arus.
Tangan basah saat menyentuh perangkat yang sedang diisi daya juga perlu dihindari. Kehati-hatian sederhana seperti ini penting karena banyak insiden listrik justru bermula dari hal-hal kecil yang terlihat aman.
Bahaya yang jarang terjadi, tetapi nyata
Kasus seperti ini memang tidak muncul setiap hari. Namun, kejadian serupa juga pernah dilaporkan di negara lain, sehingga risikonya dinilai nyata meski jarang dibicarakan.
Times of India pernah mengutip laporan tentang seorang anak di India yang selamat dari kecelakaan terkait charger di rumah. NDTV juga pernah melaporkan kasus remaja di Malaysia yang meninggal setelah tersengat listrik saat menggunakan ponsel yang sedang diisi daya.
Peristiwa di Zunyi menjadi pengingat bahwa keamanan saat mengisi daya tidak boleh disepelekan. Saat charger, kabel, posisi tubuh, dan lingkungan sekitar bertemu dalam kondisi yang salah, risiko kecil bisa berubah menjadi keadaan yang sangat berbahaya.
Source: www.techlusive.in





