Sunderland menutup pintu rapat-rapat untuk tawaran Chelsea yang ingin memboyong Granit Xhaka pada bursa transfer musim panas ini. Klub asal Inggris utara itu menegaskan gelandang asal Swiss tersebut bukan pemain yang masuk daftar jual.
Menurut laporan The Athletic, Chelsea datang dengan proposal senilai 9 juta euro atau sekitar Rp180 miliar. Angka itu tidak menggoyahkan Sunderland, yang sejak awal memilih tidak membuka pembicaraan lanjutan.
Kapten yang dianggap terlalu penting
Sikap Sunderland memperlihatkan bahwa Xhaka dipandang sebagai bagian penting dari proyek tim. Klub menilai tawaran yang masuk terlalu rendah dibandingkan dengan peran sang gelandang di lapangan maupun di ruang ganti.
Xhaka datang dari Bayer Leverkusen pada musim panas lalu dengan nilai transfer 17,5 juta poundsterling. Sejak tiba, ia langsung dipercaya sebagai pemain inti dan mengenakan ban kapten.
Keputusan mempertahankan Xhaka juga tidak lepas dari stabilitas skuad yang ingin dijaga Sunderland. Setelah musim yang sangat kuat, klub menilai kehilangan figur utama seperti Xhaka justru berisiko mengganggu ritme tim.
Peran besar di musim yang mengejutkan
Kontribusi Xhaka terasa dalam perjalanan Sunderland sepanjang musim. Tim promosi itu tampil mengejutkan dan menutup Premier League di posisi ketujuh.
Hasil tersebut membawa Sunderland ke kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam 53 tahun. Pencapaian itu membuat posisi Xhaka semakin sulit digantikan, baik sebagai pemimpin maupun sebagai pengatur permainan.
Reuni yang gagal terwujud
Ketertarikan Chelsea juga berkaitan dengan Xabi Alonso, yang disebut ingin kembali bekerja sama dengan Xhaka setelah keduanya pernah satu tim di Bayer Leverkusen. Namun, rencana reuni itu tak berjalan mulus karena Sunderland bersikap tegas sejak awal.
Faktor kontrak menjadi penghalang lain yang tidak kalah besar. Xhaka masih terikat hingga Juni 2028, dan Sunderland meminta Chelsea menghormati kontrak yang masih berlaku.
Dengan situasi tersebut, peluang Xhaka pindah ke Stamford Bridge praktis tertutup untuk sementara waktu. Chelsea kini harus mencari opsi lain untuk memperkuat skuad, sementara Sunderland tetap memegang kendali atas masa depan kapten mereka.
Source: www.medcom.id






