Chelsea Terancam Kehilangan Kendali di Amex, Brighton Menyimpan Modal Kuat dari Rekor Kandang dan Pertemuan

Chelsea datang ke Amex dengan beban yang jelas lebih berat. Tim asuhan The Blues tidak menang dalam empat laga liga terakhir dan juga hanya meraih satu kemenangan dalam enam pertandingan terakhir di semua ajang, sehingga lawatan ke markas Brighton menjadi ujian penting untuk menghentikan laju menurun mereka.

Di sisi lain, Brighton justru berada dalam kondisi yang lebih meyakinkan. Empat pertandingan liga tanpa kekalahan menjadi modal besar bagi tuan rumah, apalagi mereka tampil cukup konsisten saat bermain di kandang sendiri dan punya catatan yang membuat lawan tidak mudah mengambil poin di Stadion Amex.

Brighton sulit ditaklukkan di Amex

Catatan kandang Brighton musim ini menunjukkan kestabilan yang nyata. Dari 16 laga kandang, mereka baru tiga kali kalah, angka yang menegaskan betapa rapat dan efektifnya tim asuhan Fabian Hurzeler saat tampil di depan pendukung sendiri.

Produktivitas mereka juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Brighton sudah mencetak 24 gol dari 16 laga kandang, atau rata-rata 1,50 gol per pertandingan, sehingga ancaman mereka muncul bukan hanya dari organisasi permainan, tetapi juga dari kemampuan memanfaatkan peluang.

Dalam delapan laga terakhir, Brighton bahkan hanya kalah dari Arsenal dan Manchester City dalam perolehan poin. Statistik itu memperlihatkan bahwa mereka mampu menjaga level permainan secara konsisten, bahkan saat berhadapan dengan tim-tim yang punya kualitas lebih tinggi.

Chelsea masih mencari jawaban

Masalah Chelsea tidak berhenti pada hasil yang buruk. Kekalahan kandang dari Manchester United pada akhir pekan lalu ikut memperpanjang tekanan terhadap skuad yang kini dituntut segera bangkit agar posisi mereka di klasemen tidak semakin terancam.

Secara angka, catatan tandang Chelsea sebenarnya terlihat menjanjikan di atas kertas. Mereka menjadi tim paling efektif dalam urusan mencetak gol di laga away dengan 30 gol dari 16 pertandingan, namun keganasan itu tidak lagi terlihat dalam beberapa laga terakhir.

Dalam enam pertandingan terakhir, Chelsea gagal mencetak gol di lima laga. Data tersebut menunjukkan bahwa ketajaman lini depan mereka menurun tajam justru ketika tim paling membutuhkan hasil positif.

Rekor pertemuan memberi kepercayaan diri untuk tuan rumah

Brighton juga punya bekal psikologis dari rekor pertemuan kedua tim. Mereka memenangkan duel pertama musim ini dan turut menundukkan Chelsea saat bermain di kandang pada musim lalu.

Secara keseluruhan, Brighton bahkan mencatat tiga kemenangan beruntun atas Chelsea di berbagai ajang. Rekor seperti ini sering menjadi dorongan tambahan, terutama ketika laga kembali digelar di Amex.

Pola pertandingan di duel ini juga berpotensi terbuka. Brighton mencatat kedua tim sama-sama mencetak gol dalam 69 persen laga kandang mereka musim ini, sementara Chelsea punya kecenderungan serupa saat bermain tandang.

Empat dari lima pertemuan terakhir antara Brighton dan Chelsea juga berakhir dengan kedua tim sama-sama mencetak gol. Statistik itu memberi gambaran bahwa duel ini bisa berjalan dengan tempo tinggi dan peluang dari kedua sisi.

Welbeck kembali jadi sorotan

Danny Welbeck layak menjadi nama yang paling diperhatikan dalam laga ini. Striker Brighton itu mencetak empat gol dalam lima pertandingan terakhir melawan Chelsea, termasuk dua gol saat Brighton menang 3-1 di Stamford Bridge pada awal musim ini.

Welbeck juga sedang berada dalam periode yang bagus karena mencetak empat gol dalam tujuh penampilan terakhir untuk Brighton. Ketajaman seperti itu memberi Brighton opsi tambahan untuk menekan pertahanan Chelsea yang sedang tampak rapuh.

Bagi Chelsea, angka 30 gol tandang memang masih menunjukkan kapasitas serangan yang kuat, tetapi catatan itu akan terasa kurang berarti bila mereka kembali kesulitan mengubah peluang menjadi gol. Brighton, sementara itu, tetap menjaga peluang finis di tujuh besar demi tiket kompetisi Eropa musim depan, sedangkan Chelsea yang berada di peringkat keenam belum aman jika tren buruk terus berlanjut.

Berita Terkait