Chery Makin Menekan Pasar PHEV Indonesia, Penjualan Naik 416,1 Persen Setahun

Pasar mobil PHEV di Indonesia mencatat lonjakan tahunan yang sangat besar. Pada bulan lalu, penjualannya memang turun 10 persen dibanding bulan sebelumnya, tetapi secara tahunan tetap melonjak 416,1 persen.

Pergerakan itu menegaskan bahwa segmen PHEV masih tumbuh kuat, meski ritmenya belum stabil dari bulan ke bulan. Di saat yang sama, persaingan juga makin padat karena semakin banyak model baru masuk, terutama dari merek-merek asal China.

Chery Group memegang kendali utama

Di tengah pasar yang makin ramai, Chery Group tampil paling dominan. Empat model milik grup ini masuk daftar 10 besar penjualan PHEV pada bulan lalu.

Chery Tiggo 8 CSH menjadi model terlaris dengan 234 unit. Di posisi berikutnya ada Tiggo 9 CSH yang mencatat 77 unit, disusul Jaecoo J8 SHS dengan 50 unit.

Masih dari kubu yang sama, Jaecoo J7 SHS hanya membukukan tiga unit. Meski angkanya kecil, kehadiran empat model sekaligus menunjukkan kuatnya penetrasi Chery Group di segmen ini.

Model lain ikut meramaikan persaingan

Wuling Eksion PHEV mencatat 65 unit dan menjadi salah satu pesaing yang cukup menonjol. Karena statusnya masih baru, capaian itu dinilai cukup baik dan bahkan melampaui Darion PHEV yang mencatat 41 unit.

Geely Starray EM-i juga ikut mencatat hasil dengan 23 unit terjual. Menariknya, model ini masih berada di bawah sejumlah mobil listrik Geely, termasuk EX2 yang disebut cukup laris karena harganya lebih terjangkau.

Dari segmen premium, Mazda CX-80 PHEV membukukan 10 unit. Lexus RX 450+ menyusul dengan sembilan unit, sehingga keduanya tetap berada di jalur yang wajar untuk kelas atas.

Penjualan tahunan tembus rekor baru

Secara bulanan, total penjualan mobil PHEV tercatat 512 unit, turun dari 569 unit pada bulan sebelumnya. Namun, jika dilihat dari akumulasi Januari-Mei 2025, hasilnya justru mencetak rekor baru.

Selama lima bulan pertama 2025, penjualan PHEV sudah mencapai 2.601 unit. Angka ini jauh melampaui capaian periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 504 unit.

Pasar yang dulu kecil kini makin ramai

Beberapa waktu lalu, pilihan mobil PHEV di Indonesia masih sangat terbatas. Saat itu, jumlah model yang dijual jauh lebih sedikit dan kalah ramai dibanding mobil listrik ketika trennya mulai naik.

Salah satu hambatan terbesar pada masa itu adalah harga. Tidak sedikit model PHEV yang dulu dipasarkan dengan banderol lebih dari Rp 1 miliar.

Situasinya sekarang berubah cukup jauh. Semakin banyak model masuk ke pasar roda empat Indonesia, sehingga kompetisinya terasa makin ketat dan pilihan konsumen juga semakin luas.

Merek China memimpin, Jepang tetap hadir

Komposisi pasar bulan lalu memperlihatkan dominasi merek China, terutama Chery Group, Wuling, dan Geely. Ketiganya menjadi nama yang paling menonjol di tengah pertumbuhan segmen PHEV.

Di sisi lain, Mazda dan Lexus menunjukkan bahwa pasar ini belum sepenuhnya dikuasai satu negara asal. Namun, volume keduanya masih jauh lebih kecil dibanding pemain dari China.

Sebagian besar model PHEV yang dijual di Indonesia juga masih berbentuk SUV. Meski begitu, ada pergeseran menarik karena Wuling dan BYD mulai membawa MPV PHEV ke pasar Indonesia, sehingga opsi konsumen tidak lagi terbatas pada SUV.

Dengan kondisi seperti itu, pasar PHEV di Indonesia masih bergerak dalam fase ekspansi. Penjualan bulanan bisa naik turun, tetapi data terkini tetap menunjukkan bahwa segmen ini terus mendapat tempat di pasar otomotif nasional.

Source: ridertua.com

Berita Terkait