Chery Siapkan SUV Boxy Berteknologi REEV, Jarak Jauh Tak Lagi Jadi Kekhawatiran

Author: Redaksi Android62

Teknologi range extender yang dibawa SUV kamuflase di Bekasi menjadi sorotan utama karena menawarkan karakter mobil listrik tanpa beban cemas soal jarak tempuh. Model yang ramai dikaitkan dengan Chery J6 REEV itu mengandalkan roda yang sepenuhnya digerakkan motor listrik, sementara mesin bensin hanya bertugas sebagai generator pengisi baterai.

Unit berbalut kamuflase tersebut tertangkap kamera di kawasan Pondok Gede, Bekasi, dan langsung memunculkan dugaan bahwa Chery sedang menyiapkan model baru untuk pasar Indonesia. Menariknya, mobil itu memakai pelat nomor biasa, bukan identitas biru seperti mobil listrik murni, sehingga arah pengembangannya lebih mengarah ke elektrifikasi dengan skema berbeda.

Karakter SUV petualang yang menonjol

Dari bentuknya, kendaraan ini tampil dengan gaya SUV kotak yang tegas. Siluet bodi boxy, over fender yang tebal, dan ground clearance tinggi memberi kesan kuat bahwa mobil ini disiapkan untuk karakter adventure.

Jarak terendah ke tanahnya disebut mencapai 220 mm. Ukuran bodinya juga dikatakan lebih besar daripada iCAR V23 dan bahkan dinilai lebih bongsor dibanding Chery J6 EV yang sudah lebih dulu dipasarkan di Indonesia.

Performa listrik yang tetap praktis

Di atas kertas, SUV ini memakai konfigurasi dual motor iWD. Motor depan menghasilkan 130 kW, sedangkan motor belakang 185 kW, sehingga total tenaganya mencapai 315 kW atau setara 425 hp dengan torsi puncak 505 Nm.

Klaim akselerasinya 0-100 km/jam hanya 5,5 detik, sementara kecepatan maksimalnya mencapai 170 km/jam. Karakter ini memperkuat posisinya sebagai SUV bertenaga yang tetap membawa rasa berkendara khas mobil listrik.

Mesin bensin sebagai penopang daya jelajah

Untuk kebutuhan jarak jauh, model ini dibekali mesin 1.5 turbo yang berfungsi sebagai range extender. Tangki bensinnya berkapasitas 45 liter dan dipadukan dengan baterai Lithium Iron Phosphate atau LFP berkapasitas 34,31 kWh.

Dalam mode listrik murni, mobil ini diklaim mampu berjalan sejauh 144 kilometer. Saat bensin dan baterai dipakai bersama, jarak tempuh totalnya disebut mencapai 801 kilometer berdasarkan standar WLTC.

Skema seperti ini membuat pengemudi tidak harus terlalu bergantung pada pengisian daya. Mobil cukup diisi bensin untuk menjaga daya jelajah, tetapi sensasi berkendaranya tetap terasa seperti EV karena roda sepenuhnya digerakkan motor listrik.

Fitur keselamatan dan bantuan berkendara

Dari sisi keamanan, SUV ini sudah dilengkapi enam airbag. Fitur bantu mengemudi atau ADAS yang disematkan juga cukup lengkap untuk penggunaan harian maupun perjalanan ke medan yang lebih menantang.

Daftar fitur tersebut mencakup autonomous emergency braking, lane departure warning, lane keeping assist, blind spot detection, dan front collision warning. Ada pula kamera 540 derajat untuk membantu visibilitas saat parkir atau melewati jalur sempit.

Untuk mendukung karakter SUV petualang, mobil ini juga membawa hill descent control dan hill-start assist. Kombinasi itu membuatnya tidak hanya tampil berbeda, tetapi juga menawarkan paket teknologi elektrifikasi, daya jelajah panjang, dan kelengkapan fitur yang terasa menyatu dalam satu model.

Source: carvaganza.com
Berita Terbaru