China sedang mencari cara baru untuk menghidupkan pasar mobilnya, dan salah satu jawabannya kini datang dari dorongan agar ada standar resmi untuk EV murah. Usulan ini mengemuka karena segmen kendaraan kelas bawah masih dianggap belum tergarap optimal, padahal justru di sanalah permintaan baru bisa tumbuh lebih cepat.
Cui Dongshu, sekretaris jenderal China Passenger Car Association (CPCA), menilai kebutuhan kendaraan terjangkau di China masih besar. Ia menyoroti masyarakat di wilayah kurang berkembang dan kelompok lanjut usia yang memerlukan mobil harian dengan biaya rendah, sementara banyak model EV yang beredar belum cukup murah atau belum memenuhi kepatuhan produksi dan penjualan yang memadai.
Tekanan pasar masih terasa
Dorongan itu muncul di tengah kondisi pasar yang belum sepenuhnya pulih. CPCA memperkirakan penjualan ritel kendaraan energi baru atau NEV di China pada April mencapai sekitar 860.000 unit, naik tipis dari sekitar 850.000 unit pada bulan sebelumnya.
Meski begitu, angka tersebut masih lebih rendah dibanding 905.000 unit pada periode yang sama tahun lalu. CPCA juga memperkirakan penetrasi NEV pada April untuk pertama kalinya menembus 60%, tetapi konsumsi otomotif secara keseluruhan masih dianggap lemah.
Arah baru untuk mobil listrik murah
Karena itulah CPCA melihat perlunya sumber permintaan baru dari segmen bawah. Standar EV murah dinilai dapat menjadi jalan untuk memperluas pasar domestik yang masih tersendat dan memberi acuan yang lebih jelas bagi produsen.
Cui mengusulkan agar pemerintah menetapkan ukuran inti untuk budget EV. Acuan itu mencakup dimensi bodi, tenaga motor, dan jarak tempuh, sehingga pabrikan punya patokan seragam saat mengembangkan model untuk pasar massal.
Belajar dari pasar yang sudah mapan
Dalam unggahan WeChat, Cui menyebut China dapat memetik pelajaran dari pasar luar negeri yang sudah lebih matang. Ia menyinggung standar E-Car yang didorong Uni Eropa serta ekosistem K-Car yang lama berkembang di Jepang.
Menurut Cui, dua model tersebut bisa menjadi contoh untuk merumuskan standar yang tetap memperhatikan fitur rendah karbon, konfigurasi keselamatan dasar, dan biaya produksi. Cara ini dinilai penting agar EV murah tetap layak dipasarkan tanpa mengorbankan aspek utama kendaraan.
Menyasar kebutuhan harian di daerah dan kelompok lansia
Cui juga menyoroti kendaraan murah yang banyak dipakai di wilayah kurang berkembang dan oleh warga lanjut usia. Kendaraan listrik ringan berbiaya sangat rendah, yang dikenal sebagai “laotoule”, disebut banyak digunakan untuk mobilitas harian, tetapi sering memunculkan kekhawatiran karena kepatuhan manufaktur dan penjualannya belum memadai.
Untuk menjawab hal itu, ia mengusulkan lisensi khusus C7 agar proses uji berkendara menjadi lebih mudah. Skema ini disebut dapat menurunkan ambang akses bagi lansia dan pengemudi pemula, sekaligus mendorong popularisasi EV murah secara lebih sistematis.
Cui juga mengusulkan subsidi pembelian yang ditargetkan bagi konsumen tingkat county dan lansia. Di saat yang sama, pembebasan pajak dan percepatan pembangunan infrastruktur pengisian daya di wilayah kunci dinilai perlu untuk memperkuat adopsi.
Peluang untuk pasar luar negeri
Manfaat standar EV murah tidak berhenti di pasar dalam negeri. Cui menilai produk yang lebih terstandar akan lebih mudah melewati hambatan teknis di luar negeri dan membuka peluang ekspansi ke pasar baru.
Ia menyoroti Asia Tenggara dan India sebagai kawasan yang berpotensi menjadi tujuan berikutnya. Dengan model yang lebih sesuai standar, merek lokal disebut dapat bergerak lebih cepat menembus pasar di luar China.
Contoh arah itu terlihat di Jepang, di mana K-Car sudah lama menjadi alternatif mobilitas berbiaya rendah dengan penetrasi pasar hampir 40%. Kendaraan kecil itu banyak dipakai oleh lansia, keluarga kecil, dan orang lajang, sekaligus melahirkan merek lokal seperti Suzuki dan Subaru.
BYD juga telah menyiapkan mini K-Car listrik bernama Racco untuk debut di Jepang pada Oktober 2025, dengan rencana peluncuran pada musim panas 2026. Model tersebut kecil kemungkinan hadir di China dalam waktu dekat, tetapi langkah itu menunjukkan bahwa segmen mobil mungil berbiaya rendah mulai dipandang sebagai jalur pertumbuhan baru.
Source: cnevpost.com






