China mengumumkan keberhasilan besar dalam pengembangan komponen inti reaktor fusi melalui proyek Experimental Advanced Superconducting Tokamak atau EAST. Dua sistem magnet utama berhasil dituntaskan pengembangan, penerimaan, dan pengujian kinerja penuhnya, sebuah tahap yang menandai kemajuan penting bagi teknologi fusi masa depan.
Pencapaian itu berasal dari Institut Fisika Plasma di bawah Hefei Institutes of Physical Science, yang berada di bawah naungan Chinese Academy of Sciences atau CAS. Lembaga tersebut menyebut seluruh teknologi penting dalam capaian ini dikembangkan secara domestik.
Fokus pada magnet inti reaktor
Dua komponen yang selesai diuji adalah magnet superkonduktor medan toroidal dan kumparan solenoid pusat superkonduktor bersuhu tinggi. Keduanya merupakan elemen utama dalam reaktor fusi generasi berikutnya karena berperan langsung dalam pengendalian plasma.
Magnet medan toroidal bertugas membentuk dan menjaga lintasan plasma di dalam reaktor. Sementara itu, kumparan solenoid pusat superkonduktor bersuhu tinggi membantu menghasilkan dan mengendalikan arus plasma agar tetap stabil selama proses fusi berlangsung.
Dalam sistem tokamak, stabilitas plasma menjadi faktor yang sangat menentukan. Karena itu, keberhasilan pengembangan dan pengujian penuh dua magnet ini dipandang sebagai salah satu tolok ukur terpenting dalam kesiapan teknis program fusi.
| Komponen | Fungsi Utama | Status |
|---|---|---|
| Magnet superkonduktor medan toroidal | Membentuk dan menjaga lintasan plasma | Pengembangan, penerimaan, dan pengujian penuh selesai |
| Kumparan solenoid pusat superkonduktor bersuhu tinggi | Menghasilkan dan mengendalikan arus plasma | Pengembangan, penerimaan, dan pengujian penuh selesai |
Arti penting bagi proyek EAST
EAST selama ini dikenal luas sebagai proyek “matahari buatan” China karena meniru proses pembangkitan energi seperti yang terjadi di Matahari melalui teknologi fusi. Namun, tantangan terbesarnya bukan hanya menciptakan plasma, melainkan menjaga kondisi ekstrem itu tetap stabil dengan sistem magnet yang sangat presisi.
China menilai dua sistem magnet yang baru selesai diuji ini termasuk yang paling canggih di dunia dari sisi kinerja keseluruhan. Klaim tersebut menempatkan capaian EAST di tengah persaingan global teknologi fusi yang terus meningkat.
Penyelesaian ini juga penting karena bukan sekadar hasil pembuatan perangkat keras. Prosesnya mencakup verifikasi teknis menyeluruh, mulai dari pengembangan hingga penerimaan dan pengujian penuh, sehingga komponen tersebut dinyatakan siap untuk tahapan berikutnya.
Kemandirian teknologi jadi sorotan
Aspek lain yang menonjol adalah penekanan pada pengembangan domestik. Dengan seluruh teknologi penting dibuat di dalam negeri, China menunjukkan tingkat penguasaan yang semakin besar atas material, magnet, dan rekayasa presisi tinggi yang dibutuhkan dalam proyek fusi.
Kemandirian itu dinilai strategis karena teknologi fusi tergolong sangat kompleks dan membutuhkan rantai keahlian yang panjang. Jika komponen inti dapat dibangun sendiri, riset lanjutan pada reaktor masa depan berpotensi berjalan lebih cepat dan lebih terkendali.
Institut Fisika Plasma di Hefei memegang peran sentral dalam capaian ini sebagai bagian dari jaringan riset CAS. Lembaga tersebut menjadi salah satu ujung tombak pengembangan tokamak dan magnet superkonduktor di China.
Pada Sabtu (27/6), pencapaian tersebut diumumkan sebagai tonggak baru bagi proyek EAST. Dengan dua magnet utama kini selesai diuji penuh, perhatian beralih pada bagaimana komponen ini akan mendukung langkah lanjutan menuju reaktor fusi yang lebih maju.







