Persaingan chipset flagship kembali memanas setelah bocoran mengenai Dimensity 9600 Pro beredar di Weibo. Chip besutan MediaTek itu disebut membawa clock yang hampir menyentuh 5GHz, angka yang langsung menarik perhatian karena berada di level yang jarang terlihat pada prosesor ponsel.
Informasi tersebut berasal dari tipster Digital Chat Station, yang selama ini kerap membocorkan detail awal perangkat dan chip yang belum dirilis. Jika bocoran itu tepat, MediaTek tampaknya sedang menyiapkan chipset dengan pendekatan performa yang jauh lebih agresif untuk mengimbangi bahkan menantang Snapdragon.
Desain CPU all-big-core jadi pusat perhatian
Bocoran yang paling menonjol bukan hanya soal kecepatan inti utama, tetapi juga susunan CPU 2+3+3 dengan pendekatan all-big-core. Skema ini menunjukkan tidak adanya inti hemat daya konvensional seperti pada banyak chipset lain, melainkan seluruh inti difokuskan untuk performa tinggi.
Konfigurasi tersebut disebut terdiri dari 2 inti performa tinggi “Canyon”, 3 inti “Gelas-b”, dan 3 inti “Gelas” standar. Pola ini mengarah pada strategi yang lebih berani untuk menangani game berat, multitasking intensif, dan beban komputasi AI di perangkat mobile.
Kecepatan inti utama mendekati 5GHz
Salah satu bagian yang paling mencuri perhatian dari bocoran ini adalah klaim clock inti utama yang mendekati 5GHz. Angka itu sangat tinggi untuk ukuran chipset smartphone dan lebih sering diasosiasikan dengan kelas prosesor desktop.
Jika benar terealisasi, Dimensity 9600 Pro akan masuk ke jajaran chip mobile paling kencang yang pernah disiapkan MediaTek. Namun, clock setinggi itu juga menuntut pengendalian panas dan konsumsi daya yang ketat agar performa tetap stabil dalam penggunaan panjang.
Fitur lain yang ikut disebut dalam bocoran
Selain CPU dan clock, sejumlah spesifikasi pendukung juga muncul dalam laporan yang sama. Beberapa di antaranya adalah:
- Dukungan SME 2 untuk akselerasi AI.
- GPU Arm Magni untuk grafis generasi baru.
- Dukungan LPDDR6.
- Dukungan UFS 5.0.
Kehadiran fitur-fitur tersebut memperlihatkan bahwa MediaTek tidak hanya mengejar kecepatan mentah, tetapi juga peningkatan pada sektor AI, grafis, dan sistem memori.
Dorongan besar untuk AI, grafis, dan penyimpanan
Dukungan SME 2 atau Scalable Matrix Extension 2 disebut akan membantu mempercepat pemrosesan AI dan machine learning. Hal ini penting karena kemampuan kecerdasan buatan semakin menjadi salah satu penentu utama di ponsel kelas atas.
Pada sisi grafis, GPU Arm Magni diperkirakan menjadi tulang punggung untuk rendering visual yang lebih modern. Kombinasi ini berpotensi memberi pengalaman gaming yang lebih stabil, efisien, dan konsisten di perangkat premium.
Sementara itu, dukungan LPDDR6 dan UFS 5.0 akan memperkuat kecepatan baca-tulis data. Kombinasi ini dibutuhkan saat ponsel menjalankan aplikasi berat, merekam video resolusi tinggi, maupun memproses fitur AI secara langsung di perangkat.
Diproduksi dengan proses 2nm TSMC
Bocoran lain menyebut Dimensity 9600 Pro akan diproduksi dengan proses N2P 2nm dari TSMC. Fabrikasi ini diklaim dapat memberi peningkatan performa sekitar 10–15 persen dan efisiensi daya 25–30 persen.
Jika klaim tersebut benar, MediaTek akan memiliki bekal penting untuk menjaga keseimbangan antara tenaga tinggi dan efisiensi konsumsi daya. Hal itu menjadi krusial karena clock tinggi biasanya berbanding lurus dengan kebutuhan daya dan panas yang lebih besar.
Menghadapi Snapdragon di kelas tertinggi
Dimensity 9600 Pro disebut akan berhadapan langsung dengan Qualcomm Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro. Keduanya sama-sama dikabarkan bisa mencapai clock 5GHz, meski peningkatan performa Snapdragon diperkirakan masih berada di bawah 20 persen.
Situasi ini memperlihatkan kompetisi chipset flagship yang semakin ketat. MediaTek kini tampak makin percaya diri dengan pendekatan performa ekstrem, sementara varian standar Dimensity 9600 disebut kemungkinan memakai fabrikasi 3nm agar bisa masuk ke lebih banyak ponsel flagship.







