Trailer resmi film Dan Bandung menempatkan konflik sosial sebagai inti cerita, bukan sekadar romansa remaja biasa. Basil dan Elma digambarkan saling mencintai, tetapi hubungan mereka harus berhadapan dengan jarak kelas sosial dan restu keluarga yang tidak mudah ditembus.
Film garapan Rudi Soedjarwo ini diangkat dari novel terlaris karya Pidi Baiq dan dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 20 Agustus 2026. VERONA Films merilis trailer berdurasi dua menit itu pada 3 Juli 2026, menampilkan ketegangan emosional yang dibangun dari pertemuan dua latar keluarga yang sangat berbeda.
Basil dan Elma berada di dua dunia yang berbeda
Dalam trailer, Basil diperankan Samo Rafael dan Elma dimainkan Shanna Shannon. Keduanya sama-sama berstatus mahasiswa, namun hidup dalam lingkungan yang bertolak belakang.
Basil datang dari keluarga sederhana dan harus menghadapi situasi sulit karena ayahnya mendekam di penjara. Elma tumbuh dalam keluarga kaya dengan pola asuh ketat, sehingga hubungan mereka tidak hanya diuji oleh perasaan, tetapi juga oleh batas sosial yang membentuk cara pandang keluarga masing-masing.
| Karakter | Pemeran | Latar Keluarga |
|---|---|---|
| Basil | Samo Rafael | Keluarga sederhana, ayah di penjara |
| Elma | Shanna Shannon | Keluarga kaya dengan pola asuh ketat |
Bandung menjadi latar yang ikut menguatkan emosi cerita
Selain konflik utama, trailer juga menampilkan visual Kota Bandung sebagai ruang yang hidup dan dekat dengan identitas cerita. Setiap sudut kota dipakai untuk menegaskan bahwa Bandung menjadi saksi perjalanan Basil dan Elma.
Pendekatan itu membuat film ini tidak hanya bergerak lewat drama hubungan dua tokoh utama, tetapi juga lewat suasana kota yang memberi warna lokal kuat. Romansa mereka pun terasa tumbuh bersama latar yang mendukung setiap pertemuan dan pertentangan.
Deretan pemain lintas generasi memperkuat film
Selain Samo Rafael dan Shanna Shannon, Dan Bandung juga dibintangi Keisya Levronka, Razan Zu, Theo Supple, Paul Aro, Arswendy Bening Swara, Donny Damara, Jenny Zhang, Nugie, dan Tike Priatnakusumah. Jajaran pemain ini memberi lapisan usia dan karakter yang lebih beragam dalam membangun konflik cerita.
Produser Titin Suryani menilai tema mempertahankan cinta bersifat universal dan bisa dirasakan berbagai generasi. Ia melihat kisah Basil dan Elma dekat dengan pengalaman banyak orang karena pertentangan serupa dapat muncul di lingkungan mana pun.
Rudi Soedjarwo juga menegaskan bahwa konflik yang dibangun diarahkan agar dekat dengan pengalaman emosional penonton muda. Ia menyebut cerita ini ingin menghadirkan gambaran kisah cinta yang sangat mudah dikenali, sambil tetap menyisakan harapan bagi mereka yang berani memperjuangkannya.
Informasi terbaru mengenai film ini dapat diikuti melalui akun Instagram resmi @filmdanbandung. Hingga penayangan perdananya nanti, pertanyaan terbesar masih sama: apakah cinta Basil dan Elma mampu bertahan di tengah tekanan keluarga, jarak sosial, dan perbedaan kasta yang terus membayangi mereka.
Source: mediaindonesia.com






