City Dekati Treble Domestik, Doku Tegaskan Nafsu Juara Belum Padam

Author: Redaksi Android62

Manchester City kembali menempatkan diri dalam jalur perebutan trofi domestik yang belum selesai. Setelah Carabao Cup sudah masuk ke lemari gelar, tim asuhan Pep Guardiola masih menjaga peluang untuk menutup musim dengan treble domestik melalui Piala FA dan Liga Inggris.

Pelatih dan pemain sama-sama menunjukkan bahwa satu trofi tidak membuat ambisi mereka mereda. Di ruang ganti City, target untuk terus menang masih hidup kuat, dan Jeremy Doku menjadi salah satu sosok yang paling tegas menyuarakan semangat itu.

Piala FA jadi gerbang penting

Salah satu fokus utama City kini tertuju pada semifinal Piala FA melawan Southampton. Laga ini memberi keuntungan tersendiri karena dimainkan di Etihad Stadium, sehingga City datang dengan status unggulan.

Secara kekuatan skuad, City juga berada satu tingkat di atas lawannya. Southampton masih bermain di divisi kedua, sehingga The Citizens wajar dipandang lebih dekat ke final dibandingkan sang lawan.

Dalam pertandingan seperti ini, faktor ketenangan dan penguasaan momen menjadi sangat penting. Guardiola dikenal mampu menjaga timnya tetap stabil saat memasuki laga-laga besar, dan itu kembali menjadi modal utama City.

Persaingan liga ikut menjaga harapan

Di Liga Inggris, posisi Manchester City juga ikut memperkuat keyakinan mereka. Keberhasilan menggeser Arsenal dari puncak klasemen memberikan dorongan besar dalam perburuan gelar liga.

Selain posisi yang menguntungkan, performa mereka juga sedang sangat baik. City mencatat lima kemenangan beruntun, sebuah rangkaian hasil yang menunjukkan tim sedang berada dalam ritme positif.

Situasi itu membuat setiap pertandingan terasa semakin bernilai. Dengan jadwal yang padat, hasil positif di satu ajang bisa memengaruhi konsentrasi dan rasa percaya diri saat menghadapi ajang lainnya.

Doku menegaskan lapar gelar belum padam

Jeremy Doku melihat kondisi tim dengan nada optimistis. Winger asal Belgia itu menilai kemenangan yang sudah diraih tidak mengubah pola pikir tim untuk terus mengejar gelar berikutnya.

Ia juga menyoroti manfaat dari jadwal yang lebih ringan. Menurut Doku, satu pertandingan per pekan memberi lebih banyak waktu bagi tim untuk mempersiapkan diri dan membenahi detail permainan.

“Jelas, satu pertandingan seminggu juga mengubah banyak hal; lebih banyak waktu untuk mempersiapkan diri, lebih banyak waktu untuk mengerjakan berbagai hal,” ujar Doku dikutip dari Tribuna.

Doku menambahkan bahwa suasana tim saat ini sedang berada dalam alur yang bagus. Ia menyebut City percaya diri dan tetap lapar, dua hal yang menurutnya sangat penting untuk bertahan di level tertinggi.

Mental juara tetap jadi motor utama

Bagi City, ambisi besar bukan hal baru. Standar yang dibawa Guardiola membuat tim ini terus dituntut bersaing di semua kompetisi domestik yang masih terbuka.

Doku juga menegaskan bahwa keinginannya membantu tim meraih Piala FA dan Liga Inggris masih kuat. Ia menyebut satu gelar tidak pernah cukup untuk tim dengan target sebesar Manchester City.

“Saya ingin memenangkan trofi [Piala FA]. Seperti saya termotivasi saat ini untuk memenangkan Liga Inggris,” ucap Doku.

Ia kemudian menambahkan bahwa dorongan untuk menang tidak pernah benar-benar selesai. Kalimat itu menggambarkan betapa kuatnya mental juara yang sedang dijaga City di fase penentuan musim ini.

Dengan modal performa yang stabil, posisi liga yang menguntungkan, dan satu trofi yang sudah diamankan, Manchester City masih memiliki jalan terbuka untuk menambah koleksi gelar. Jika konsistensi mereka tetap terjaga, peluang menutup musim dengan dominasi domestik masih sangat besar.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru