Clicks akhirnya memperlihatkan Communicator dalam kondisi fungsional, dan perangkat Android bergaya BlackBerry itu kini terlihat jauh lebih serius daripada sekadar konsep pameran. Video hands-on resmi yang dirilis perusahaan memberi gambaran paling jelas sejauh ini tentang arah produk tersebut.
Yang langsung menonjol dari Communicator bukan hanya bentuknya, tetapi cara Clicks membangun pengalaman pakai di sekeliling keyboard fisik. Perangkat ini diposisikan sebagai ponsel kedua yang fokus pada komunikasi, bukan pengganti smartphone utama.
Keyboard fisik menjadi pusat penggunaan
Di video tersebut, VP Clicks Jeff Gadway menunjukkan bagaimana antarmuka Communicator dirancang untuk input cepat lewat keyboard. Pengguna bisa menyesuaikan tampilan launcher, menyusun ulang aplikasi, lalu mencari dan membuka aplikasi hanya dengan mengetik.
Pendekatan itu membuat keyboard bukan sekadar elemen nostalgia. Clicks tampak ingin menjadikannya inti interaksi harian, sehingga ritme penggunaan perangkat ini berbeda dari ponsel layar sentuh pada umumnya.
Android 16, layar OLED 4 inci, dan antarmuka khusus
Clicks mengonfirmasi bahwa Communicator akan berjalan dengan Android 16. Sistem operasi itu dipadukan dengan layar OLED 4 inci dan Niagara Launcher yang telah dimodifikasi untuk mendukung navigasi berbasis keyboard.
Dalam video yang sama, perangkat juga memperlihatkan fungsi dasar seperti panggilan telepon. Perusahaan masih menyimpan beberapa detail untuk ditunjukkan pada video berikutnya, termasuk signal light LED, prompt key, dan keyboard yang peka terhadap sentuhan.
Fitur fisik yang makin jarang ditemui
Di sisi perangkat keras, Communicator membawa sejumlah detail yang kini jarang ada di smartphone modern. Sensor sidik jari ditempatkan di tombol spasi, sementara speaker depan menghadap langsung ke pengguna.
Clicks juga menyoroti sistem mikrofon yang disebut dirancang untuk kualitas suara yang lebih baik. Perangkat ini tetap menyediakan jack headphone 3,5 mm, yang masih relevan bagi pengguna headset kabel.
| Detail | Informasi |
|---|---|
| Sistem operasi | Android 16 |
| Layar | OLED 4 inci |
| Sensor sidik jari | Di tombol spasi |
| Jack audio | 3,5 mm |
| Penyimpanan tambahan | Slot microSD |
Bagian belakang Communicator dapat dilepas, dan dari sana Clicks sempat memperlihatkan sedikit tampilan internal perangkat. Di bagian itu juga ada slot kartu memori microSD, yang menambah kesan bahwa produk ini mencoba mempertahankan fungsi yang kian ditinggalkan banyak ponsel arus utama.
Speaker depan, slot microSD, dan jack headphone membuat Communicator tampil berbeda di tengah tren desain smartphone yang makin seragam. Kombinasi itu mempertegas identitasnya sebagai perangkat yang mengejar fungsi komunikasi dengan pendekatan fisik yang lebih khas.
Diperkenalkan sebagai perangkat sekunder, bukan ponsel utama
Clicks sejak awal menempatkan Communicator sebagai perangkat kedua. Posisi itu penting karena produk ini tidak ditujukan untuk menggantikan smartphone utama, melainkan melengkapi kebutuhan komunikasi pengguna sehari-hari.
Strategi tersebut menjelaskan mengapa Clicks lebih menekankan kesederhanaan antarmuka dan kecepatan mengetik ketimbang kelengkapan fitur komputasi mobile. Bagi pengguna yang merindukan pengalaman seperti BlackBerry tetapi tetap ingin berada di ekosistem Android terbaru, pendekatan ini bisa terasa tepat.
Communicator sempat menarik perhatian saat tampil di CES 2026, tetapi saat itu publik belum melihat unit kerja yang benar-benar berjalan. Video baru dari kanal YouTube Clicks mengubah persepsi itu karena memperlihatkan perangkat yang sudah bisa dipakai, bukan lagi sekadar ide di atas panggung.
Clicks menargetkan pengiriman Communicator pada kuartal keempat 2026. Dengan jadwal tersebut, masih ada waktu bagi perusahaan untuk mengungkap detail tambahan sebelum perangkat ini benar-benar sampai ke tangan pengguna.
