Cloud Carbon Hingga Haze Vision, 7 Sepatu Nineten Siap Kejar Marathon Rekor

Cloud Carbon menjadi model yang paling mencuri perhatian dalam jajaran sepatu lari Nineten. Sepatu ini memakai pelat karbon asli di dalam midsole untuk membantu menghasilkan energy return yang maksimal, sehingga posisinya jelas menyasar pelari marathon yang ingin mengejar Personal Best.

Keberadaan Cloud Carbon menunjukkan bahwa Nineten tidak lagi bermain di area sepatu lari harian semata. Brand lokal ini kini membawa pendekatan yang lebih serius pada performa, dengan lini produk yang disusun untuk berbagai kebutuhan mulai dari latihan ringan, tempo cepat, lintasan trail, sampai lomba jarak jauh.

Sepatu yang Dibagi Sesuai Fungsi

Salah satu hal yang membedakan lini Nineten adalah pembagian model yang lebih spesifik. Cara ini memudahkan pelari memilih sepatu berdasarkan ritme latihan, jenis medan, dan target lomba yang ingin diburu.

Pendekatan tersebut juga membuat setiap model punya karakter yang tidak saling tumpang tindih. Pelari pemula bisa mencari opsi yang lebih aman, sementara pelari berpengalaman dapat memilih model yang lebih agresif untuk kecepatan dan efisiensi langkah.

Untuk Jalan Raya dan Latihan Harian

Di kategori road running, Haze Vision hadir dengan pembaruan pada bagian upper yang lebih breathable. Sepatu ini dirancang agar tetap nyaman dipakai ketika pelari menjaga kecepatan dalam jarak menengah.

Fujin membawa karakter yang berbeda karena fokus pada stabilitas. Sepatu ini menggunakan busa cushioning yang lebih empuk untuk membantu meredam benturan di aspal keras, sekaligus memberi perlindungan lebih pada pergelangan kaki.

Masih di jalur jalan raya, Kishi tampil dengan pendekatan yang lebih ringkas dan minimalis. Meski desainnya sederhana, solnya dibuat responsif agar transisi energi lebih halus dan ritme lari tetap terjaga.

Pilihan untuk Lari Cepat dan Kompetisi Pendek

Geist Ekiden ditujukan untuk pelari yang membutuhkan sepatu sangat ringan. Teknologi Hyperlight yang dibawanya difokuskan untuk latihan interval dan kompetisi jarak pendek hingga 10K.

Karakter itu membuat model ini cocok bagi pelari yang ingin respons cepat di tiap langkah. Bukan hanya untuk latihan intens, sepatu ini juga lahir untuk membantu performa saat kecepatan menjadi prioritas utama.

Untuk Medan Trail dan Pelari Pemula

Nineten juga menyiapkan opsi yang tidak terbatas pada aspal. Yuza masuk ke kategori trail dengan traksi agresif, karena outsole karetnya dirancang untuk mencengkeram tanah basah dan bebatuan licin.

Sementara itu, Ryu diposisikan sebagai model entry-level yang tetap serius dalam urusan performa. Pada 2026, seri ini mendapat peningkatan daya tahan sol bawah agar lebih awet dipakai hingga ratusan kilometer tanpa mengorbankan kenyamanan.

Kehadiran dua model tersebut memperlihatkan bahwa Nineten tidak hanya membidik pelari yang sudah lama berkecimpung di olahraga ini. Brand ini juga memberi ruang bagi mereka yang baru mulai berlatih atau masih beradaptasi dengan berbagai kondisi lari.

Arah Baru Brand Lokal di Pasar Lari

Rangkaian tujuh seri sepatu ini memperlihatkan perubahan besar dalam cara brand lokal membaca kebutuhan pelari. Dari trail, latihan harian, lari cepat, hingga marathon, tiap model disusun untuk mengisi kebutuhan yang berbeda secara lebih jelas.

Di pasar yang lama didominasi merek global, Nineten mencoba menunjukkan bahwa produk “Made in Indonesia” juga bisa hadir dengan spesifikasi yang relevan. Dengan kombinasi teknologi, fungsi, dan pembagian model yang makin matang, lini ini memberi alternatif yang patut dilirik oleh pelari yang mencari sepatu fungsional dan kompetitif.

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer