Coinbase membawa spekulasi pre-IPO ke wilayah yang biasanya hanya diakses investor institusi atau pemburu awal saham privat. Melalui perpetual futures untuk pre-IPO, pengguna kini bisa memasang posisi atas valuasi perusahaan sebelum sahamnya resmi diperdagangkan, dan SpaceX menjadi nama pertama yang dibuka.
Instrumen ini dirancang untuk bergerak seperti pasar derivatif kripto yang sudah akrab bagi trader aktif. Perdagangannya berlangsung 24/7, diselesaikan dengan stablecoin USDC, dan posisi akan otomatis beralih ketika proses IPO selesai.
Cara kerja produk baru ini
Perpetual futures adalah kontrak tanpa tanggal kedaluwarsa. Dengan instrumen ini, trader bisa bertaruh pada arah harga tanpa perlu memiliki aset dasarnya secara langsung.
Dalam format pre-IPO, pendekatan itu dipakai untuk memperdagangkan valuasi perusahaan privat. Coinbase juga menempatkannya sebagai alat untuk membaca pembentukan harga lebih awal, atau price discovery, sebelum perusahaan benar-benar masuk pasar publik.
Karena yang diperdagangkan adalah valuasi sebelum IPO, ruang gerak harga bisa sangat lebar. Selisih antara valuasi privat dan harga saat debut saham berpotensi memunculkan peluang untung maupun rugi yang besar.
SpaceX jadi pembuka, daftar lain menyusul
SpaceX dipilih sebagai perusahaan pre-IPO pertama dalam produk ini. Coinbase belum membuka daftar yang luas, tetapi perusahaan menyebut akan menambahkan lebih banyak listing pre-IPO “soon”.
Nama-nama berikutnya disebut akan datang dari sektor teknologi, AI, energi, dan ruang angkasa. Saat ini, produk tersebut juga belum tersedia untuk pengguna di Amerika Serikat dan hanya dibuka untuk pengguna di luar AS.
Brian Armstrong, co-founder sekaligus CEO Coinbase, menyebut perps pre-IPO berguna untuk memberi eksposur ke perusahaan privat sebelum go public. Ia juga menilai instrumen itu membantu price discovery.
Menggabungkan dua kebiasaan pasar kripto
Produk ini menyatukan dua hal yang sudah cukup dikenal di dunia kripto, yaitu perps dan pre-market trading. Di bursa kripto, pre-market trading sering dipakai untuk berspekulasi pada token yang belum resmi debut.
Namun, harga pre-market kerap tidak akurat dan bisa sangat volatil ketika ada informasi baru. Risiko serupa juga bisa muncul di perps pre-IPO, karena valuasi perusahaan privat dapat berubah cepat menjelang IPO.
Perps sendiri pernah menjadi salah satu instrumen favorit di kalangan pengguna kripto yang agresif, terutama saat bursa terdesentralisasi Hyperliquid naik. Platform itu membantu membuat instrumen tersebut lebih mudah diakses banyak trader.
Muncul saat sorotan ke valuasi SpaceX menguat
Peluncuran produk Coinbase ini datang pada saat yang sama dengan meningkatnya perhatian ke valuasi SpaceX. Forbes melaporkan estimasi harga IPO SpaceX sebesar $135 per saham, angka yang disebut akan membuat Elon Musk menjadi triliuner pertama.
Reuters juga melaporkan bahwa IPO itu ditargetkan pada June 12. Di sisi lain, pasar prediksi Myriad milik perusahaan induk Decrypt, Dastan, menempatkan peluang 91% bahwa Musk mencapai status kekayaan bersih triliunan dolar sebelum July.
Dengan membuka perps pre-IPO SpaceX, Coinbase masuk lebih dalam ke wilayah valuasi perusahaan privat yang selama ini sulit dijangkau trader ritel. Langkah ini juga memperlihatkan bagaimana pasar kripto terus meluas dari aset digital murni ke spekulasi atas perusahaan besar sebelum mereka resmi melantai di bursa.






