Commodore Balik lewat Ponsel Lipat yang Justru Memblokir Browser dan Media Sosial

Author: Redaksi Android62

Commodore kembali menarik perhatian lewat Callback 8020, ponsel lipat yang sengaja membatasi pengalaman digital di tingkat sistem. Perangkat ini memblokir browser web dan media sosial, tetapi tetap membuka akses ke aplikasi modern yang dibutuhkan banyak pengguna.

Pendekatan itu membuat Callback 8020 tampil berbeda di pasar ponsel yang umumnya menawarkan konektivitas tanpa batas. Commodore membangun perangkat ini sebagai kompromi antara ponsel klasik yang minim distraksi dan kebutuhan komunikasi masa kini.

Akses internet tetap ada, tetapi disaring ketat

Commodore menyebut Callback 8020 tetap terhubung ke internet, hanya saja aksesnya dibatasi lewat sistem whitelist. Dengan cara ini, pengguna tidak leluasa menjelajah browser atau berlama-lama di media sosial seperti pada smartphone biasa.

Di sisi lain, ponsel ini tetap mendukung aplikasi Android melalui lapisan kompatibilitas Android runtime di Sailfish OS. Perusahaan mengklaim lebih dari 99 persen aplikasi Android dapat berjalan di perangkat tersebut.

Aplikasi yang disebut kompatibel antara lain Spotify, Signal, dan WhatsApp. Artinya, pembatasan yang diterapkan tidak memutus pengguna dari layanan komunikasi dan hiburan yang paling umum dipakai.

Desain retro yang sengaja ditonjolkan

Dari sisi tampilan, Callback 8020 membawa desain ponsel lipat berwarna beige yang kuat dengan nuansa era 1980-an. Bentuknya juga mengingatkan pada feature phone pertengahan 2000-an, sehingga kesan retro dan Y2K terasa sekaligus.

Commodore menyiapkan beberapa pilihan warna untuk perangkat ini. Varian yang diumumkan meliputi ProtoPET White, SX Silver, Basic Beige, Founders Edition berwarna emas, dan Starlight Edition bernuansa biru transparan bergaya Y2K.

Elemen nostalgia juga hadir lewat kubah lampu LED yang akan menyala saat pesan masuk. Selain itu, tersedia cover yang bisa ditukar dengan warna merah, merah muda, kuning, hijau, dan biru untuk memberi ruang personalisasi.

Warisan Commodore ikut dibawa kembali

Nama Commodore selama ini dikenal luas lewat Commodore 64, salah satu PC terlaris dalam sejarah. Identitas itu dibawa ke Callback 8020 melalui kehadiran game-game era Commodore 64 yang sudah tertanam di perangkat, meski daftar judulnya belum diungkap.

Satu game yang dipastikan hadir adalah Snake. Kehadiran game tersebut mempertegas arah Callback 8020 sebagai perangkat yang memadukan nostalgia komputasi klasik dengan penggunaan yang lebih terkendali.

Langkah ini juga memperluas strategi comeback Commodore yang sebelumnya sudah terlihat lewat Commodore Ultimate, versi pembaruan dari PC klasiknya. Perusahaan itu juga sempat memperkenalkan Commodore 64X PC, mini PC dengan casing yang sangat mirip Commodore 64 orisinal.

Di balik kembalinya merek lama

Kebangkitan Commodore bermula setelah Christian Simpson mengambil alih merek dagang resmi Commodore Corporation. Simpson dikenal lewat kanal YouTube Retro Recipes, yang kini menggunakan nama Retro Recipes x Commodore.

Nilai akuisisi itu disebut berada di kisaran low seven figures. Setelah pengambilalihan tersebut, perusahaan mulai menghidupkan kembali nama Commodore melalui produk-produk baru yang bertumpu pada kekuatan nostalgia.

CEO dan Presiden Commodore, Peri Fractic, mengatakan ada sesuatu yang terasa pas ketika perusahaan yang “lampunya meredup di tahun 90-an” kembali memasuki era Y2K saat konsumen mulai melirik teknologi yang lebih sederhana.

Callback 8020 pun diposisikan bukan sebagai penantang smartphone arus utama, melainkan sebagai perangkat dengan konektivitas yang sengaja dikurangi. Commodore membuka pre-order mulai 30 Juni dengan harga $500 untuk ponsel lipat retro ini.

Source: www.xda-developers.com
Berita Terbaru