Crystal Palace kini hanya tinggal selangkah lagi menuju final Liga Konferensi 2025/2026 setelah menekuk Shakhtar Donetsk 3-1 di leg pertama semifinal. Kemenangan di Veltins-Arena, Gelsenkirchen, pada Jumat (1/5) dini hari WIB itu membuat tim asuhan Oliver Glasner membawa pulang modal yang sangat nyaman.
Hasil tersebut memberi Palace ruang besar untuk mengatur langkah pada leg kedua. Dengan keunggulan dua gol, mereka cukup mengamankan hasil imbang saat tampil di Selhurst Park, London, pada Jumat (8/5) dini hari WIB untuk memastikan tiket ke partai puncak di Leipzig.
Palace langsung menunjukkan niat mereka untuk menguasai laga sejak menit awal. Baru satu menit berjalan, Ismaila Sarr sudah berhasil membuka skor dan membuat Shakhtar harus mengejar dalam tekanan besar.
Gol cepat itu lahir dari kerja sama rapi di lini depan. Jean-Philippe Mateta mengirim umpan yang diselesaikan Sarr, dan situasi itu segera mengubah arah pertandingan ke kubu tim tamu.
Keunggulan dini membuat Palace tampil lebih leluasa dalam mengatur tempo. Shakhtar sempat kesulitan keluar dari tekanan pada fase awal dan harus mencari cara untuk membalikkan keadaan sejak sangat cepat.
Tuan rumah tidak tinggal diam setelah tertinggal. Awal babak kedua menjadi momen ketika Shakhtar berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Oleh Ocheretko pada menit ke-47.
Gol itu sempat membangkitkan harapan skuad asuhan Arda Turan. Ocheretko memanfaatkan umpan Kaua Elias untuk menembus pertahanan Palace dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Namun, Palace tidak membiarkan momentum itu bertahan lama. Mereka segera merespons dan kembali mengambil alih permainan dengan pendekatan yang lebih terukur.
Daichi Kamada tampil sebagai pembeda di lini tengah. Gelandang asal Jepang itu memberi stabilitas saat Palace kembali menekan, lalu mencetak gol kedua pada menit ke-58 untuk mengembalikan keunggulan timnya.
Peran Kamada belum berhenti sampai di situ. Ia juga ikut terlibat dalam gol ketiga dengan memberikan assist kepada Jorgen Strand Larsen pada menit ke-84.
Efektivitas Palace terlihat jelas pada fase-fase penting pertandingan. Mereka tidak hanya memaksimalkan peluang, tetapi juga menjaga kendali saat Shakhtar berusaha mengejar skor.
Bagi Shakhtar Donetsk, kekalahan di markas sementara membuat jalan mereka menuju final menjadi lebih berat. Meski begitu, satu gol tandang tetap menjaga peluang mereka untuk mencoba membalikkan keadaan di London.







