Daging Berlemak Bisa Picu Radang Amandel, Tanda Awal Ini Sering Terlewat

Author: Redaksi Android62

Nyeri tenggorokan yang muncul mendadak setelah sering menyantap daging berlemak tidak sebaiknya dianggap sepele. Keluhan itu bisa menjadi salah satu tanda awal radang amandel atau tonsilitis, terutama jika disertai sulit menelan dan amandel yang membengkak.

Dokter spesialis THT Bedah Kepala Leher Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Alexander Nur Ilhami, Sp.THT, mengingatkan bahwa risiko iritasi tenggorokan dapat meningkat ketika konsumsi daging merah terlalu berlebihan. Kondisi tersebut bisa terasa lebih berat bila makanan diolah dengan santan atau lemak tinggi.

Keluhan yang perlu diwaspadai

Tonsilitis biasanya membuat tenggorokan terasa sakit, gatal, atau tidak nyaman saat menelan makanan. Pada sebagian kasus, amandel dapat tampak membengkak dan muncul bercak putih di area tenggorokan.

Lapisan putih, kuning, atau abu-abu juga bisa terlihat di sekitar amandel yang meradang. Jika demam naik di atas 38 derajat Celsius atau kelenjar di leher ikut membengkak, pemeriksaan medis perlu segera dipertimbangkan.

Pada anak-anak, radang amandel bahkan dapat disertai sakit perut dan muntah. Karena itu, perubahan kecil pada tenggorokan setelah pola makan yang kurang terjaga patut diperhatikan lebih awal.

Kenapa makanan berlemak ikut berpengaruh

Amandel atau tonsil adalah dua jaringan kecil berbentuk oval di belakang tenggorokan yang membantu tubuh melawan kuman. Saat jaringan ini terinfeksi virus atau bakteri, terjadilah radang amandel yang membuat bagian tersebut membengkak dan meradang.

Makanan tinggi lemak seperti gulai, sate berlemak, atau tongseng bersantan dapat memicu iritasi pada tenggorokan. Risiko itu bisa makin terasa bila tubuh kurang mendapat asupan air putih yang cukup setiap hari.

Tenggorokan yang kering biasanya lebih sensitif terhadap makanan panas, pedas, maupun berlemak tinggi. Dalam kondisi seperti itu, rasa tidak nyaman dapat bertahan lebih lama dan mengganggu aktivitas makan.

Cara menjaga tenggorokan tetap nyaman

Untuk membantu menjaga tenggorokan, konsumsi daging merah sebaiknya dibatasi dan dipilih olahan yang tidak terlalu berlemak. Sup hangat atau makanan rebus bisa menjadi pilihan yang lebih aman dibanding hidangan bersantan dan berminyak.

Asupan air putih tetap penting agar tenggorokan terjaga lembap sepanjang hari. Pilihan makanan bertekstur lembut seperti sayur rebus atau sup hangat juga dapat membantu mengurangi rasa tidak nyaman saat menelan.

Hindari makanan yang terlalu pedas, terlalu panas, atau terlalu asam karena dapat memperparah iritasi pada amandel. Alexander juga mengingatkan agar masyarakat segera berkonsultasi dengan tenaga medis jika gejala radang amandel muncul dan tidak membaik.

Penanganan amandel bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya. Dalam kondisi tertentu, operasi pengangkatan amandel bisa dilakukan bila radang terlalu sering kambuh atau menimbulkan komplikasi serius.

Source: www.beautynesia.id
Berita Terbaru