Dakwaan AS Menekan Gubernur Sinaloa, Sheinbaum Kini Dihadapkan Ujian Politik Berat

Dakwaan jaksa Amerika Serikat terhadap Ruben Rocha Moya membuat kursi Gubernur Sinaloa kembali jadi sorotan nasional. Situasi itu ikut menekan pemerintahan Presiden Claudia Sheinbaum karena kasus yang menyangkut pejabat daerah tersebut kini dibaca sebagai ujian sikap politik dan hukum di Meksiko.

Rocha memilih mundur sementara setelah namanya terseret dalam dugaan hubungan dengan Kartel Sinaloa. Keputusan itu muncul ketika tekanan publik dan politik di negara bagian yang lama dikaitkan dengan kejahatan terorganisasi semakin menguat.

Dakwaan yang menyeret pejabat Sinaloa

Pada Rabu lalu, jaksa Amerika Serikat mengajukan dakwaan yang menyebut adanya kolusi antara Rocha, Kartel Sinaloa, dan sembilan pejabat lainnya. Dalam dokumen itu, para pemimpin kartel disebut menyuap dan memberikan suara sebagai imbalan atas kekebalan hukum.

Tuduhan terhadap Rocha bukan perkara baru. Pada 2024, otoritas Amerika Serikat juga sempat menyinggung dugaan serupa setelah menangkap salah satu pendiri kartel yang mengatakan dirinya mengira sedang dalam perjalanan untuk bertemu Rocha.

Sebelum mundur sementara, Rocha sudah membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia juga menolak kaitan dengan pemasok fentanyl dan pelaku kekerasan yang ikut disebut dalam dugaan itu.

Sheinbaum berada di bawah tekanan baru

Kasus ini kini tidak hanya menyangkut seorang gubernur negara bagian. Bagi pemerintahan Sheinbaum, perkara Rocha berubah menjadi ujian besar karena publik menunggu apakah pemerintah pusat akan bersikap tegas terhadap dugaan hubungan pejabat tinggi dengan kartel.

Sebelumnya, saat tuduhan serupa mencuat, pemerintah Meksiko justru memberikan pembelaan kepada Rocha. Andres Manuel Lopez yang saat itu masih menjabat presiden, bersama presiden terpilih Claudia Sheinbaum, ikut menyatakan dukungan kepada gubernur Sinaloa tersebut.

Kondisi sekarang berbeda karena Sheinbaum sudah memimpin pemerintahan ketika kasus ini kembali mengemuka. Akibatnya, langkah yang diambil ke depan akan dinilai sebagai sinyal tentang batas toleransi negara terhadap dugaan korupsi dan kolusi dengan jaringan kriminal.

Dorongan penindakan dan penolakan campur tangan

Sebagian publik melihat kasus ini sebagai kesempatan untuk mendorong tindakan keras terhadap korupsi. Namun, ada juga penolakan terhadap intervensi ilegal dari Amerika Serikat dalam urusan dalam negeri Meksiko.

Analis politik Meksiko, Viri Rios, menilai penanganan kasus ini dapat menjadi peluang bagi Sheinbaum untuk menunjukkan sikap keras terhadap politikus korup. Ia juga menilai pemerintah perlu memanfaatkan momentum tersebut untuk menyelidiki Rocha secara serius.

Menurut Rios, penahanan Rocha dan pengirimannya ke Amerika Serikat justru bisa membuka ruang bagi pemerintahan Donald Trump untuk mendakwa lebih banyak pejabat. Ia mengatakan langkah seperti itu berisiko mengguncang stabilitas pemerintahan Meksiko sendiri.

Sorotan pada lemahnya kerja sama penyelidikan

Mantan jaksa Amerika Serikat, Gina Parlovecchio, ikut menyoroti lemahnya kerja sama dalam penyelidikan pejabat publik di Meksiko. Ia mengatakan hampir tidak ada bantuan dari pemerintah Meksiko dalam upaya penyelidikan apa pun, termasuk yang menyangkut pejabat publik.

Di sisi lain, Rios menilai Sheinbaum sebenarnya memiliki dukungan internal di partainya, Morena, untuk mengambil tindakan terhadap kasus ini. Menurut dia, dukungan itu lebih besar daripada yang selama ini diperkirakan banyak pihak.

Kasus Rocha kembali memperlihatkan rumitnya hubungan antara Meksiko, kartel, dan tekanan hukum dari Amerika Serikat. Di tengah perdebatan soal korupsi dan kedaulatan, langkah Sheinbaum berikutnya akan dibaca sebagai keputusan hukum sekaligus pesan politik bagi pejabat yang diduga memiliki kaitan dengan kartel.

Source: www.cnbcindonesia.com

Berita Terkait