Arus keluar dari ETF spot Bitcoin di AS akhirnya terhenti, dan pada 4 June produk-produk itu mencatat arus masuk bersih $3.05 juta. Angkanya memang kecil, tetapi cukup untuk menunjukkan bahwa investor institusional belum sepenuhnya meninggalkan Bitcoin saat harga aset itu masih tertekan.
Perubahan arah ini lebih tepat dibaca sebagai rotasi modal daripada pelarian besar-besaran dari kripto. Selama 13 hari sebelumnya, ETF spot Bitcoin justru mengalami arus keluar beruntun yang menguapkan $4.4 miliar dan memberi tekanan tambahan pada pasar.
Tekanan besar, tetapi belum runtuh
ETF spot Bitcoin bekerja sebagai wadah bersama bagi investor yang menitipkan dana ke pengelola seperti BlackRock, Fidelity, atau Grayscale. Dana tersebut kemudian membeli dan menyimpan Bitcoin asli atas nama pemegang unit, lalu menjualnya kembali jika investor menarik dana.
Rangkaian penebusan selama 13 sesi itu memaksa sekitar $4.4 miliar kembali ke pasar. Kondisi tersebut ikut menekan harga Bitcoin, tetapi nilainya masih belum cukup untuk disebut sebagai keruntuhan struktural.
Sebelum gelombang arus keluar dimulai pada 15 May, total aset kelolaan ETF spot Bitcoin AS berada di sekitar $104 miliar. Setelah tekanan berlangsung, angka itu turun menjadi sekitar $82.8 miliar pada 3 June, dipengaruhi oleh penebusan unit dan pelemahan harga Bitcoin.
Jika dilihat dari skala basis awal, dana yang keluar sekitar 4,2% dari total tersebut. Besarnya terasa jelas, tetapi belum menunjukkan bahwa pasar kehilangan fondasi utamanya.
IBIT jadi penanda awal pembalikan
BlackRock lewat IBIT menjadi produk pertama yang kembali positif ketika arus keluar berhenti. ETF itu menarik $47.66 juta dan membantu mendorong arus masuk bersih $3.05 juta di seluruh kompleks ETF Bitcoin.
Meski begitu, pemulihan ini masih sangat kecil dibanding dana yang sudah keluar selama periode sebelumnya. Nilainya bahkan kurang dari 0.1% dari total dana yang lenyap selama rangkaian penebusan itu.
IBIT juga menyerap sekitar $3.3 miliar dari keseluruhan arus keluar, atau sekitar 75% dari total penebusan. Angka itu besar, tetapi wajar karena IBIT adalah ETF Bitcoin terbesar berdasarkan aset.
Di sisi lain, Fidelity’s FBTC mencatat arus keluar $456 juta dalam periode yang sama. Grayscale’s GBTC juga melepas $303 juta, memperlihatkan bahwa tekanan tidak hanya terkonsentrasi pada satu produk.
Galaxy Research memperkirakan kepemilikan ETF menyusut sekitar 59,000 sampai 60,000 BTC selama 13 sesi tersebut. Pasokan spot yang kembali ke pasar dalam jumlah itu cukup besar untuk memberi tekanan mekanis pada harga.
Rotasi ke aset lain masih terlihat
Michael Saylor, Executive Chairman Strategy, menyebut pergerakan ini sebagai rotasi modal, bukan tanda kerusakan pada Bitcoin. Ia menyoroti bahwa pasar modal tengah mendanai pembangunan AI dalam skala historis sekitar ~$400B selama 6 bulan, sementara ETF Bitcoin mengalami sekitar ~$4B arus keluar sejak 14 May.
Pola di produk kripto lain juga mendukung pandangan tersebut. Selama periode yang sama, produk ETF XRP mencatat sekitar $120 juta arus masuk bersih antara awal May dan awal June.
Produk berbasis Solana juga menarik dana secara konsisten tanpa satu pun hari arus keluar. Sementara itu, kategori ETF Hyperliquid, termasuk filing HYPG dari Grayscale dan produk pesaing, mengumpulkan sekitar $160 juta hanya dalam beberapa minggu setelah peluncuran.
Kondisi itu menunjukkan investor tidak keluar dari kripto secara keseluruhan. Mereka tampak memindahkan eksposur ke aset yang punya narasi jangka pendek lebih spesifik.
Latar makro ikut mendorong penyesuaian
Tekanan dari luar pasar kripto turut membuat Bitcoin menjadi posisi yang paling mudah dipangkas. Data ketenagakerjaan AS yang kuat dan naiknya imbal hasil obligasi sepanjang May memicu kekhawatiran bahwa suku bunga tinggi akan bertahan lebih lama.
Saat kondisi itu muncul, aset berisiko menjadi kurang menarik bagi banyak investor institusional. Di saat yang sama, aliran dana besar ke pembangunan infrastruktur AI ikut bersaing langsung dengan modal yang biasanya masuk ke kendaraan kripto di Wall Street.
Karena Bitcoin adalah aset kripto terbesar dan paling likuid, posisinya menjadi yang paling mudah dikurangi. Itulah sebabnya arus keluar ETF terlihat tajam, meski sumber utamanya lebih dekat ke penyesuaian alokasi daripada hilangnya keyakinan terhadap Bitcoin.
Fakta bahwa IBIT menjadi fund pertama yang kembali positif pada 4 June juga penting untuk dicermati. Basis klien BlackRock cenderung terdiri dari pemegang dengan horizon lebih panjang, sehingga pembalikan kecil seperti ini sering lebih dulu muncul sebelum partisipasi ritel ikut bergerak.
