Dana JKN Tertekan oleh Jantung dan Gagal Ginjal, Ini Lima Penyakit dengan Beban Terbesar

Penyakit jantung masih menjadi pos terbesar dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional. Angkanya mencapai Rp17,3 triliun, menjadikannya beban paling besar di antara lima penyakit kronis yang paling menyedot dana negara.

Setelah jantung, gagal ginjal menyusul dengan beban Rp13,3 triliun. Besarnya pembiayaan dua penyakit ini menunjukkan bahwa penyakit katastropik masih memberi tekanan kuat pada anggaran kesehatan nasional dan pada kemampuan sistem layanan untuk terus menanggung perawatan jangka panjang.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti bahwa penyakit-penyakit katastropik membutuhkan perawatan lama dan biaya besar. Kondisi itu membuat BPJS Kesehatan dan seluruh sistem layanan ikut terbebani, terutama ketika jumlah kasus terus bertambah.

Di urutan berikutnya, kanker tercatat menyerap Rp10 triliun dari dana JKN. Stroke berada di posisi keempat dengan beban Rp7 triliun, sementara sirosis hati melengkapi lima besar dengan nilai Rp280 miliar.

Urutan tersebut memperlihatkan bahwa pengeluaran terbesar JKN masih didominasi penyakit kronis yang penanganannya tidak sederhana. Semakin berat kondisi pasien, semakin panjang pula rangkaian layanan medis yang harus disediakan.

Gagal ginjal naik sangat tajam

Perhatian pemerintah juga tertuju pada gagal ginjal karena kenaikan bebannya dinilai sangat tinggi. Dalam lima tahun terakhir, pembiayaannya disebut melonjak 476%, sehingga pos ini kini berada di atas kanker dari sisi besaran beban.

Kondisi itu membuat pencegahan ikut menjadi sorotan. Pemerintah menilai konsumsi gula berlebih perlu ditekan, dan dorongan penggunaan label nutri-level disampaikan sebagai salah satu langkah agar risiko gagal ginjal tidak terus membesar.

Stroke dan penyesuaian tarif layanan

Selain soal pencegahan, pemerintah juga menyoroti pembiayaan layanan stroke. Budi menyebut ada tindakan medis stroke yang belum seimbang dari sisi tarif, sehingga dalam praktiknya bisa merugikan rumah sakit.

Karena itu, penyesuaian tarif JKN untuk layanan stroke dinilai perlu agar pelayanan tetap berjalan maksimal. Di sisi lain, beban biaya dari penyakit ini tetap menjadi bagian penting dari tekanan terhadap anggaran kesehatan nasional.

Lima penyakit yang paling membebani JKN

Daftar penyakit yang paling besar menyedot dana JKN terdiri dari urutan berikut: jantung Rp17,3 triliun, gagal ginjal Rp13,3 triliun, kanker Rp10 triliun, stroke Rp7 triliun, dan sirosis hati Rp280 miliar.

Angka-angka itu menegaskan bahwa beban pembiayaan kesehatan di Indonesia masih sangat dipengaruhi oleh penyakit kronis. Saat penyakit membutuhkan penanganan berulang dan jangka panjang, kebutuhan dana dari sistem jaminan kesehatan pun ikut meningkat.

Tekanan pada JKN akhirnya tidak hanya berkaitan dengan biaya pengobatan, tetapi juga dengan kebutuhan pencegahan dan pengaturan pembiayaan yang lebih tepat. Karena itu, penguatan layanan, penyesuaian tarif, dan upaya menekan faktor risiko menjadi bagian yang sama pentingnya dalam menjaga daya tahan sistem kesehatan nasional.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait