Danantara Masih Menutup Rapat Soal Saham Gojek, Rosan Hanya Janji Penjelasan Belakangan

Author: Redaksi Android62

Pembicaraan soal keterlibatan pemerintah dalam saham Gojek lewat Danantara masih belum dibuka secara rinci. Di tengah sorotan publik, CEO BPI Danantara Rosan Perkasa Roeslani hanya memberi jawaban singkat ketika diminta menjelaskan isu tersebut.

Rosan ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta. Saat ditanya lebih jauh mengenai pernyataan yang sudah beredar luas, ia tidak membeberkan detail transaksi dan hanya mengatakan, “Nanti ya kalau itu.”

Sikap itu membuat sejumlah hal penting masih menggantung. Danantara belum menjelaskan porsi kepemilikan yang dimaksud, angka akuisisi yang disebut-sebut terkait saham aplikator ojek online, maupun apakah pembelian itu sudah final atau masih dibahas di internal.

Sorotan publik terhadap isu ini menguat setelah Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa pemerintah sudah mengambil bagian dalam kepemilikan saham aplikator melalui Danantara. Pernyataan itu ia sampaikan pada momentum peringatan Hari Buruh Sedunia pada Jumat (1/5/2026).

Dasco menyebut langkah tersebut dimaksudkan agar pemerintah punya posisi tawar dalam penyusunan kebijakan transportasi daring. Salah satu isu yang ikut terseret adalah pengaturan potongan biaya pelanggan yang mencapai 20 persen.

Menurut Dasco, kepemilikan saham dapat menjadi instrumen regulasi yang lebih efektif bagi pengemudi maupun pengguna jasa. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah melalui Danantara sudah masuk ke dalam aplikator dan mengambil bagian saham.

Selain Gojek, nama Grab juga ikut muncul dalam pembicaraan. Dasco menyebut Danantara masih menjalani proses pembicaraan dengan penyedia layanan transportasi daring lainnya.

“Sementara masih Gojek, Danantara-nya sedang dalam proses pembicaraan dengan Grab,” ujar Dasco. Artinya, wacana keterlibatan negara tidak berhenti pada satu platform saja, meski seluruh detailnya masih berada pada tahap pembahasan.

Di sisi lain, belum ada penjelasan resmi dari Danantara soal bentuk keterlibatan pemerintah maupun struktur kepemilikan yang dimaksud. Publik pun masih menunggu apakah langkah itu sudah masuk tahap akhir atau masih menjadi bagian dari negosiasi yang berjalan.

Isu ini menjadi penting karena menyentuh langsung ekosistem transportasi daring yang dipakai pengemudi dan konsumen setiap hari. Karena itu, perhatian tidak hanya tertuju pada kepemilikan saham, tetapi juga pada bagaimana kebijakan di sektor ini akan diarahkan ke depan.

Berita Terbaru