Danantara Tegaskan Perampingan Telkom Tak Picu PHK Massal, 12-14 Anak Usaha Siap Dilikuidasi

Author: Redaksi Android62

Telkom Group tengah bersiap memangkas puluhan entitas usaha, namun Danantara menegaskan langkah itu tidak identik dengan pemutusan hubungan kerja massal. Fokus utama restrukturisasi justru berada pada penyatuan bisnis yang fungsinya serupa agar struktur perusahaan menjadi lebih ramping dan mudah dikelola.

Kepala Badan Pengaturan BUMN sekaligus Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menyebut PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk akan melikuidasi 12 hingga 14 anak usaha. Meski jumlah pastinya masih perlu dicek, arah kebijakan perampingan itu sudah masuk dalam skema besar penataan grup usaha Telkom.

Dalam penjelasannya, Dony menekankan bahwa konsolidasi menjadi inti dari langkah tersebut. Ia menggambarkan bahwa penggabungan dilakukan pada entitas yang memiliki fungsi serupa, sehingga perusahaan hasil merger dapat menjadi lebih besar sekaligus lebih sederhana dalam pengelolaannya.

Salah satu bidang yang disebut akan dikonsolidasikan adalah bisnis fiber optic. Penyatuan bisnis ini ditujukan agar pengelolaan aset dan operasi menjadi lebih efisien, tanpa otomatis mengurangi tenaga kerja dalam skala besar di lingkungan Telkom Group.

Karyawan tetap dibawa ke entitas hasil penggabungan. Karena itu, penutupan sebagian anak usaha tidak serta-merta berarti adanya gelombang PHK di tubuh grup, meskipun proses likuidasi dan merger tetap berjalan sebagai bagian dari restrukturisasi.

Di level yang lebih luas, BP BUMN dan Danantara telah menyepakati percepatan penyederhanaan struktur usaha Telkom Group. Targetnya cukup agresif, yakni memangkas jumlah anak usaha dari 67 entitas menjadi 19 entitas utama pada akhir 2026.

Arah kebijakan ini disusun untuk memperkuat Telkom sebagai strategic holding digital nasional. Penyederhanaan struktur juga diharapkan membuat pengelolaan bisnis lebih lincah dan selaras dengan kebutuhan transformasi digital yang terus berjalan.

Restrukturisasi Telkom tidak berdiri sendiri karena terkait dengan penguatan infrastruktur digital nasional. Sejumlah program prioritas yang ikut didorong mencakup konsolidasi FiberCo BUMN, ekspansi Data Center dan TowerCo, serta penataan InfraCo dan lisensi agar lebih sinkron.

Penyatuan aset jaringan serat optik, penguatan kapasitas pusat data, dan penataan hak konsesi operasional menjadi bagian dari strategi yang lebih besar. Dengan struktur yang lebih ramping, Telkom ditargetkan mampu bergerak lebih efisien dan tetap kompetitif di tengah perubahan industri telekomunikasi.

Di saat rencana perampingan grup bergulir, Telkom juga baru menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan. Dalam forum itu, pemegang saham menyetujui pergantian dua anggota dewan komisaris sebagai bagian dari penyegaran kepemimpinan.

Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menyebut keputusan yang diambil mencerminkan komitmen manajemen untuk memperkuat kinerja keuangan dan memberi nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham. Ia juga menegaskan perusahaan tetap fokus memperkuat fondasi bisnis di tengah persaingan pasar yang makin ketat.

RUPST tersebut juga menyetujui pembagian dividen tunai senilai total Rp21,9 triliun untuk tahun buku 2025. Selain itu, perseroan mendapat lampu hijau untuk menjalankan buyback saham dengan anggaran maksimal Rp4 triliun.

Langkah itu menunjukkan Telkom berupaya menjaga keseimbangan antara restrukturisasi internal dan kepentingan pemegang saham. Di saat yang sama, perusahaan menyiapkan upaya untuk menjaga stabilitas nilai saham di pasar modal.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru