Dari Rp999 Ribuan Sampai Peta Offline, Smartwatch Pendakian Ini Ternyata Sudah Mumpuni

Bagi pendaki yang ingin perangkat ringan namun tetap berguna di jalur gunung, pilihan smartwatch GPS kini sudah jauh lebih beragam. Bahkan di kelas harga yang masih terjangkau, sejumlah model sudah membawa fitur navigasi seperti peta offline, trackback, kompas, altimeter, dan barometer.

Di antara opsi yang ada, rentang harganya juga cukup lebar. Mulai dari Rp999 ribuan hingga Rp5,8 jutaan, masing-masing model menawarkan kombinasi fitur yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan, lama pendakian, dan bujet pengguna.

Pilihan paling terjangkau sudah membawa fitur dasar penting

Pada segmen paling murah, JETE VOLT menjadi salah satu nama yang paling menonjol. Smartwatch ini sudah dilengkapi GPS terintegrasi, kompas, altimeter, dan barometer untuk membantu membaca posisi serta kondisi sekitar saat mendaki.

Layarnya memakai panel AMOLED 1,43 inci dengan resolusi 466 x 466 piksel. Baterai 450mAh-nya diklaim tahan empat hingga lima hari dalam pemakaian normal dan sampai 20 hari di mode standby.

Naik satu tingkat, navigasi jadi lebih lengkap

JETE VOLT 2 membawa dukungan yang lebih luas karena sudah mengandalkan lima sistem satelit dunia, yaitu GPS, Galileo, BeiDou, GLONASS, dan QZSS. Perangkat ini juga dibekali peta offline, sehingga tetap berguna ketika sinyal internet sulit dijangkau di jalur pendakian.

Selain navigasi, fitur pendukungnya mencakup kompas, altimeter, dan barometer. Smartwatch ini memakai layar AMOLED 1,6 inci beresolusi 480 x 480 piksel, mendukung lebih dari 100 mode olahraga, serta memiliki ketahanan air 5 ATM.

Trackback jadi nilai tambah saat turun gunung

Untuk pengguna yang ingin bantuan saat kembali lewat jalur yang sama, JETE VOLT 2X Pro menawarkan trackback sebagai salah satu fitur utamanya. Dukungan satelitnya juga lebih banyak, dengan enam sistem dunia yang terdiri dari GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, QZSS, dan NavIC.

Perangkat ini tetap membawa GPS terintegrasi dan peta offline. Panel AMOLED 1,43 inci miliknya memiliki tingkat kecerahan hingga 1.000 nits, sehingga masih nyaman dipandang di bawah sinar matahari langsung.

Opsi ringan untuk pendakian panjang

COROS PACE 4 GPS Watch mengedepankan bobot yang dimulai dari 32 gram. Desain ringan seperti ini penting untuk pendakian berdurasi panjang, ketika kenyamanan di pergelangan tangan ikut berpengaruh.

Untuk navigasi, jam ini menyediakan breadcrumb navigation dan kompas. Altimeter barometrik juga tersedia untuk membantu memantau ketinggian dan perubahan cuaca selama perjalanan.

Segmen premium membawa peta global offline

Di kelas yang lebih tinggi, COROS PACE Pro GPS Watch menawarkan dukungan GPS, GLONASS, Galileo, BeiDou, dan QZSS untuk membantu pelacakan lokasi. Fitur peta global offline yang bisa diunduh menjadi salah satu daya tarik utamanya saat pendakian berlangsung di area minim sinyal.

Perangkat ini juga dibekali prosesor yang lebih cepat agar pengalaman penggunaan terasa lebih mulus. Layarnya menggunakan panel AMOLED 1,3 inci beresolusi 416 x 416 piksel, sementara baterainya diklaim mampu bertahan hingga 20 hari dalam mode smartwatch dan 38 jam saat GPS aktif.

Dari lima model tersebut, terlihat bahwa smartwatch GPS untuk mendaki gunung tidak lagi hanya menawarkan pelacakan lokasi dasar. Di kelas terjangkau sekalipun, fitur seperti kompas, altimeter, barometer, peta offline, hingga trackback sudah tersedia untuk membantu navigasi di jalur pendakian.

Source: www.idntimes.com

Berita Terkait