Data Pelat Nomor Pelanggan Dipertanyakan, Connecticut Mendesak Kejelasan dari Home Depot dan Lowe’s

Author: Redaksi Android62

Dua peritel besar, Lowe’s dan Home Depot, kini berada di bawah sorotan karena praktik pengawasan di area parkir mereka memunculkan pertanyaan serius dari legislator Connecticut. Yang dipersoalkan bukan hanya keberadaan kamera pembaca pelat nomor, tetapi juga bagaimana data kendaraan pelanggan dikumpulkan, disimpan, dan dibagikan.

Teknologi yang digunakan dikenal sebagai automatic license plate readers atau ALPR, termasuk sistem dari Flock Safety. Kamera seperti ini dapat merekam kendaraan yang masuk dan keluar area parkir bahkan sebelum pengemudi mematikan mesin, sehingga memunculkan kekhawatiran bahwa pengawasan bisa meluas lebih jauh dari sekadar keamanan toko.

Legislator minta jawaban rinci

Pimpinan Demokrat di Senat dan DPR Connecticut telah mengirim surat kepada CEO kedua perusahaan tersebut. Mereka meminta penjelasan lengkap mengenai kebijakan ALPR yang diterapkan, terutama soal lama penyimpanan data, siapa yang bisa mengaksesnya, dan bagaimana informasi itu dikelola.

Menurut WFSB, surat tersebut berisi delapan pertanyaan yang juga menyinggung apakah polisi harus memiliki surat perintah sebelum bisa memperoleh data pelat nomor. Legislator juga ingin tahu apakah data kendaraan itu dapat berpindah ke lembaga penegak hukum di luar negara bagian.

Kekhawatiran itu muncul karena perusahaan swasta tidak tunduk pada perlindungan yang sama seperti lembaga pemerintah. Akibatnya, publik tidak selalu mengetahui standar apa yang dipakai saat data kendaraan dikumpulkan di lahan parkir ritel besar.

Alasan perusahaan memasang kamera

Lowe’s dan Home Depot menyebut teknologi tersebut digunakan untuk pencegahan pencurian, deteksi penipuan, dan keamanan umum. Penjelasan itu sejalan dengan tren yang lebih luas di sektor ritel besar, yang dalam beberapa tahun terakhir makin mengandalkan pengawasan untuk menekan pencurian toko.

Peritel besar juga menghadapi tekanan dari kejahatan ritel terorganisir dan pengunjung yang dicurigai melakukan aktivitas berulang. Karena itu, kamera dan sistem identifikasi kendaraan semakin sering dipakai sebagai bagian dari strategi keamanan di pusat perbelanjaan dan area parkir.

Akses polisi jadi titik paling sensitif

Salah satu isu yang paling menonjol adalah kemungkinan akses penegak hukum terhadap data tersebut. Lowe’s dilaporkan menyatakan di situsnya bahwa mereka dapat memberikan data yang dikumpulkan kepada polisi atas permintaan, dan Home Depot memiliki kebijakan serupa.

Legislator Connecticut kini meminta kejelasan apakah permintaan itu harus disertai surat perintah yang ditandatangani hakim. Mereka juga menyoroti kemungkinan akses dari badan kepolisian luar negara bagian, karena hal itu dapat memperluas penggunaan data melampaui lokasi kamera dipasang.

Pertanyaan itu menjadi semakin penting karena Connecticut sudah mengesahkan aturan yang membatasi pembagian data ALPR oleh kepolisian ke instansi di luar negara bagian. Berdasarkan aturan tersebut, sebagian besar negara bagian tidak dapat mengakses basis data ALPR Connecticut tanpa surat perintah, meski Rhode Island, New York, dan Massachusetts dikecualikan.

Masih menunggu tanggapan

Hingga kini belum ada kepastian apakah Lowe’s atau Home Depot akan menjawab seluruh pertanyaan legislator. Situasi ini membuat perdebatan soal privasi dan keamanan makin meluas, karena pelanggan bisa terekam tanpa sadar saat masuk dan keluar dari parkiran toko.

Kasus ini menempatkan praktik pengawasan swasta dalam sorotan baru. Di tengah semakin luasnya penggunaan ALPR, Connecticut ingin memastikan bahwa pengumpulan data pelat nomor di toko ritel besar masih berada dalam batas yang dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Source: www.carscoops.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru