Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai penataan wilayah yang tertib, bersih, dan indah bukan sekadar urusan tampilan. Menurut dia, langkah itu bisa menjadi kunci untuk memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pendapatan daerah.
Dedi menegaskan bahwa daerah yang menjadi tujuan wisata harus memiliki wajah yang menarik. Ia menyebut kawasan yang rapi akan memberi pengalaman yang lebih baik bagi warga maupun pengunjung.
Keberanian pimpinan menentukan gerak di lapangan
Dalam pandangannya, keberanian kepala daerah akan berpengaruh langsung terhadap jajaran di bawahnya, termasuk Satuan Polisi Pamong Praja atau Satpol PP. Ia menilai aparatur di lapangan cenderung lebih berani menegakkan aturan jika pimpinannya tegas.
“Kalau komandannya punya nyali dan berani, pasukannya akan menjadi pasukan yang berani. Namun, kalau komandannya tidak berani, pasukannya akan mencari aman,” kata Dedi.
Ia menyampaikan pandangan itu saat pemusnahan 44 juta batang rokok ilegal di Alun-alun Garut, Rabu. Di kesempatan itu, ia menyoroti pentingnya kepemimpinan yang kuat agar penataan lingkungan tidak berhenti pada wacana.
Satpol PP dan penataan ruang publik
Dedi menekankan bahwa tugas Satpol PP tidak hanya berkaitan dengan penegakan peraturan daerah. Ia melihat lembaga itu juga memegang peran penting dalam membentuk wajah daerah yang tertib, bersih, dan nyaman.
Mantan Bupati Purwakarta itu mengatakan, selama menjabat di Purwakarta hingga menjadi Gubernur Jawa Barat, ia selalu menempatkan Satpol PP sebagai unsur penting dalam menciptakan lingkungan yang rapi. Menurut dia, kualitas ruang publik ikut ditentukan oleh konsistensi penegakan aturan di lapangan.
Ia menambahkan, penataan wilayah akan berjalan lebih efektif bila dilakukan bersama TNI dan Polri. Kolaborasi lintas unsur itu dinilai penting agar langkah penertiban tidak berjalan sendiri-sendiri.
Daya tarik wisata dan ekonomi daerah
Dedi menyebut lingkungan yang rapi dan indah dapat memperkuat kunjungan wisatawan. Jika itu terjadi, sektor pariwisata, perhotelan, dan restoran juga berpeluang ikut tumbuh.
Menurut dia, kawasan yang tertata dengan baik turut membantu meningkatkan pendapatan asli daerah. Karena itu, penataan kota harus dipahami sebagai bagian dari strategi ekonomi, bukan sekadar kebersihan visual.
Ia juga menilai ruang publik yang bersih dan nyaman akan mempercepat terbentuknya rasa aman dan kesan visual yang baik. Faktor itu, menurut Dedi, menjadi modal penting bagi daerah yang ingin tampil sebagai tujuan wisata.
Contoh dari Alun-alun Garut
Dedi menyinggung Alun-alun Garut sebagai kawasan yang memiliki potensi visual kuat bila ditata dengan baik. Di sekitar area itu juga terdapat bangunan peninggalan kolonial yang dapat menambah daya tarik kota.
Ia menyebut kawasan tersebut akan terlihat sangat estetik apabila seluruh ruang dan wilayahnya dirapikan. Dari situ, ia kembali menekankan pentingnya keberanian kepala daerah dalam mengambil keputusan penataan wilayah.
“Saya berdiri di tempat yang sangat estetik apabila seluruh ruang dan wilayahnya ditata serta dirapikan,” katanya. Bagi Dedi, keberanian itu akan menentukan seberapa besar daerah mampu tampil sebagai kawasan yang tertib, bersih, dan menarik bagi pengunjung.
Source: mediaindonesia.com






