Vicente del Bosque mengingatkan Spanyol agar tidak hanya mengandalkan keunggulan kualitas saat menghadapi Argentina di final Piala Dunia 2026. Mantan pelatih La Furia Roja itu menilai mentalitas juara dan pengalaman Argentina dapat mengubah arah pertandingan.
Spanyol memang disebut sedikit lebih unggul dari sisi kualitas permainan. Namun, Del Bosque menegaskan bahwa final tidak selalu ditentukan oleh permainan yang terlihat lebih baik sepanjang turnamen.
Peringatan untuk Spanyol
Dalam wawancara dengan El Pais yang dikutip CNN Indonesia melalui Reuters, Del Bosque menggambarkan Argentina sebagai lawan yang sangat sulit dihadapi. Ia menilai skuad juara bertahan memahami cara mengelola pertandingan besar.
“Argentina adalah tim yang sangat sulit untuk dilawan, benar-benar ‘mengganggu’, jika saya boleh menggunakan istilah itu, dan mereka tahu persis apa yang harus dilakukan di lapangan,” ujar Del Bosque. Penilaian itu menyoroti kemampuan Argentina menghadapi tekanan serta membaca situasi di lapangan.
Del Bosque mengakui Spanyol memiliki dasar permainan yang kuat untuk memburu gelar dunia kedua. Meski begitu, ia meminta para pemain tetap waspada terhadap karakter lawan yang sudah terbiasa berada dalam tekanan tinggi.
“Secara kualitas, saya melihat final ini sedikit lebih menguntungkan Spanyol. Namun, mereka harus sangat berhati-hati terhadap mentalitas dan pengalaman besar yang dimiliki para pemain Argentina,” tambahnya.
Jadwal Final Piala Dunia 2026
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Pertandingan | Spanyol vs Argentina |
| Lokasi | Stadion New York New Jersey (MetLife Stadium) |
| Waktu setempat | Minggu malam, 19 Juli |
| Waktu Indonesia | Senin, 20 Juli pukul 02.00 WIB |
Final Spanyol melawan Argentina akan dimainkan di Stadion New York New Jersey atau MetLife Stadium. Pertandingan dijadwalkan berlangsung pada Minggu malam waktu setempat, atau Senin pukul 02.00 WIB bagi penonton di Indonesia.
Duel tersebut mempertemukan ambisi Spanyol untuk mengulang keberhasilan 2010 dengan Argentina yang datang sebagai juara bertahan. Laga puncak ini juga menjadi pertarungan antara konsistensi permainan dan ketenangan saat menghadapi momentum krusial.
Comeback Argentina Menjadi Sorotan
Del Bosque menyinggung kemenangan comeback dramatis Argentina atas Inggris pada semifinal sebagai contoh kekuatan mental lawan. Hasil itu menunjukkan Argentina mampu bangkit ketika pertandingan berjalan tidak sesuai rencana.
Pengalaman menghadapi situasi sulit menjadi modal penting bagi Argentina dalam final. Faktor tersebut dinilai dapat membuat pertandingan tetap terbuka meski Spanyol memperoleh penilaian lebih baik dalam kualitas permainan.
Iniesta Berharap Bintang Kedua
Dukungan terhadap Spanyol juga datang dari Andres Iniesta, pahlawan kemenangan pada Piala Dunia 2010. Ia berharap generasi baru La Furia Roja dapat membawa pulang gelar dunia kedua.
“Saya sangat ingin generasi ini menjadi juara dan membawa pulang bintang kedua di jersey kita,” kata Iniesta. Spanyol baru sekali menjadi juara dunia, yakni saat menaklukkan lawan pada edisi 2010 di Afrika Selatan.
Iniesta turut memberi perhatian kepada Lionel Messi, kapten Argentina yang pernah menjadi rekan setimnya di Barcelona. Menurutnya, Messi tetap memiliki kemampuan untuk menjadi pembeda meski telah berusia 39 tahun.
“Saya bisa katakan dia [Messi] masih sama seperti yang dulu: selalu membuat perbedaan, memegang peran sentral, melepaskan assist, mencetak gol, melakukan apa yang telah dia lakukan sepanjang hidupnya,” puji Iniesta. Ia menilai kondisi fisik, dedikasi, gairah, dan pola pikir Messi membuatnya tetap mampu bersaing di level tertinggi.
Peringatan Del Bosque memiliki bobot tersendiri karena ia membawa Spanyol meraih gelar Piala Dunia pertama pada 2010. Mantan pelatih Real Madrid itu tetap menjagokan Spanyol, tetapi menempatkan kewaspadaan terhadap Argentina sebagai syarat penting untuk mengangkat trofi.
