Demi Aman Saat Keberangkatan, 575 Paspor Jemaah Haji Pidie Baru Diserahkan Jelang Terbang

Sebanyak 575 paspor jemaah haji asal Kabupaten Pidie, Aceh, tidak langsung dibagikan ke rumah masing-masing meski seluruh proses pembuatannya sudah selesai. Dokumen itu baru akan diserahkan ketika jemaah sudah berada di asrama haji atau beberapa saat sebelum keberangkatan.

Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dokumen sekaligus memberi kenyamanan kepada calon tamu Allah. Petugas menilai masa menjelang terbang sebagai waktu yang paling rawan karena suasana rumah biasanya dipenuhi keluarga, tamu, dan persiapan pemberangkatan.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Pidie, H Ihsan, menjelaskan bahwa paspor tetap disimpan oleh pihak kantor agar tidak mudah berpindah tangan. Menurut dia, penyerahan di asrama haji jauh lebih aman karena jemaah sudah memasuki masa karantina dan pengawasan petugas lebih terjaga.

Paspor itu nantinya akan dimasukkan bersama sejumlah dokumen penting lain ke dalam tas selempang khusus. Tas tersebut baru diberikan menjelang waktu terbang, sehingga berkas-berkas penting tetap berada dalam pengawasan sampai fase keberangkatan benar-benar dimulai.

Tiga tas dibagikan lebih dulu

Dari empat jenis tas yang disiapkan pemerintah atau pihak penerbangan, hanya tiga yang dibagikan lebih awal kepada jemaah. Tiga tas itu adalah koper bagasi besar dengan kapasitas maksimal 32 kilogram, koper kabin kecil untuk barang bawaan 7 kilogram, dan tas Armuzna berbentuk ransel lipat.

Tas Armuzna akan digunakan saat puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina. Sementara itu, paspor serta perlengkapan penting lainnya tetap ditahan sementara hingga petugas menilai waktu penyerahannya sudah paling aman.

Dokumen diperiksa ulang sebelum masuk tas selempang

Sebelum paspor diserahkan, petugas juga melakukan pemeriksaan ulang terhadap kelengkapan dokumen. Langkah ini dilakukan agar tidak ada kebutuhan administrasi yang tertinggal saat jemaah memasuki tahap keberangkatan.

Setelah menerima paspor, jemaah diminta menjaganya dengan baik selama berada di Tanah Suci. Petugas mengingatkan agar tas selempang paspor tidak ditinggalkan di penginapan dan tidak dititipkan kepada orang lain karena berisiko hilang.

Keluarga diminta ikut menjaga ketenangan jemaah

Pembimbing Ibadah Haji dari KBIHU Ibnu Mas’ud Kabupaten Pidie, H Abdullah AR, turut mengingatkan keluarga dan tamu untuk menjaga kenyamanan jemaah. Ia menilai suasana yang terlalu ramai atau kunjungan hingga larut malam bisa mengganggu kebugaran calon haji.

Ia juga meminta jemaah tidak dibebani aktivitas berat menjelang keberangkatan. Menurutnya, kondisi fisik yang terjaga akan membantu jemaah tetap fokus dan siap menjalani perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Dengan pola penyerahan paspor yang ditunda hingga mendekati waktu terbang, petugas berharap calon jemaah bisa berangkat dengan lebih tenang. Kebijakan ini juga menjadi upaya untuk memastikan dokumen penting tetap aman sampai benar-benar dibutuhkan.

Source: mediaindonesia.com

Berita Terkait