Keputusan Seong Hui Ju untuk mengajukan perpisahan dari Pangeran I An bukan lahir dari sikap menjauh, melainkan dari keinginan melindungi orang yang kini ia cintai. Di tengah skandal pernikahan kontrak yang terus membesar, Hui Ju menilai dirinya justru menjadi sumber beban paling berbahaya bagi I An.
Langkah itu menandai perubahan besar dalam hubungan mereka di Perfect Crown. Yang semula dibangun sebagai kesepakatan dingin demi saling menguntungkan, kini berubah menjadi ikatan emosional yang membuat Hui Ju semakin sulit mengambil jarak.
Tekanan terbesar datang saat kontrak pernikahan mereka terbongkar ke publik. Sejak itu, posisi I An sebagai wali raja takhta ikut terguncang karena sorotan masyarakat dan tekanan politik yang semakin keras.
Bagi Hui Ju, situasi tersebut membuat nama I An terseret lebih jauh ke dalam kekacauan. Ia melihat dirinya sebagai bagian dari sumber masalah yang memicu pertanyaan terhadap kredibilitas kerajaan dan memperpanjang badai yang belum juga reda.
Di titik itu, Hui Ju merasa kehadirannya justru bisa menjadi titik lemah terbesar bagi sang pangeran. Ia juga tidak sanggup melihat I An terus diserang dan dijadikan bahan gunjingan akibat hubungan yang awalnya hanya perjanjian.
Karena alasan itulah, menjauh tampak sebagai jalan paling aman menurut Hui Ju. Ia bahkan rela melepaskan gelar kerajaan dan meninggalkan kehidupan di lingkaran istana demi menghentikan dampak buruk yang terus mengikuti I An.
Yang membuat keputusan ini semakin berat adalah perubahan perasaan Hui Ju sendiri. Ia sudah tidak lagi memandang I An sebagai bagian dari transaksi, melainkan sebagai sosok yang benar-benar ia sayangi dan ingin lindungi, meski harus menanggung sakit sendiri.
Hubungan mereka pun telah bergerak jauh dari ikatan sementara. Cinta yang tumbuh di antara keduanya justru membuat perpisahan terasa lebih menyakitkan, karena Hui Ju tahu bertahan juga bisa berarti membuka jalan bagi bahaya yang lebih besar.
Dalam Perfect Crown, perceraian Hui Ju bukan tanda bahwa ia berhenti peduli. Sebaliknya, langkah itu lahir dari keyakinan bahwa pergi adalah cara terbaik agar I An bisa hidup lebih tenang dan lepas dari bayang-bayang skandal yang terus memburunya.
Source: www.idntimes.com






