Denis Kolinger Menilai Standar Shin Tae-yong di Persija Tegas, tetapi Tetap Cair

Author: Redaksi Android62

Denis Kolinger menilai pendekatan Shin Tae-yong di Persija Jakarta menempatkan profesionalisme sebagai standar utama tanpa menghilangkan suasana kebersamaan. Bek asal Kroasia itu melihat batas yang jelas antara waktu bercanda dan saat seluruh pemain harus menjalankan pekerjaan di lapangan.

Kesan tersebut didapat Kolinger pada pekan pertamanya mengikuti program Macan Kemayoran di Persija Training Ground. Pemain berusia 32 tahun itu menjadi salah satu rekrutan baru untuk persiapan menghadapi Super League 2026/2027.

Disiplin Menjadi Dasar Latihan

Menurut Kolinger, Shin Tae-yong memberi penekanan kuat terhadap fokus pemain ketika sesi latihan dimulai. Ketegasan itu dipandangnya sebagai bagian yang wajar dalam kerja tim profesional.

“Saya pikir pelatih sangat profesional, itulah yang saya sukai,” kata Denis Kolinger dalam keterangannya. Penilaian itu muncul meski masa kebersamaannya dengan skuad Persija masih berada pada tahap awal.

Kolinger menyebut pelatih asal Korea Selatan tersebut menginginkan seluruh pemain bersikap serius selama materi latihan berlangsung. “Dia ingin kami serius saat latihan, itu hal yang normal,” ujarnya.

Situasi di luar agenda latihan, menurut Kolinger, tetap berjalan lebih cair bagi para pemain. Namun, kelonggaran itu tidak dibawa ketika tim mulai menjalankan program yang telah disiapkan staf pelatih.

“Ketika kami bercanda, kami bercanda. Tetapi ketika kami bekerja, kami benar-benar bekerja,” pungkasnya. Pandangan itu menggambarkan keseimbangan yang ia rasakan dalam suasana kerja di tim ibu kota.

Beban Disusun Secara Bertahap

Persija tidak langsung memulai persiapan dengan beban latihan tertinggi. Tim lebih dahulu membangun rutinitas harian sebelum meningkatkan intensitas program dari hari ke hari.

Kolinger menilai proses tersebut sejauh ini berjalan baik dan membantu pemain mengikuti ritme persiapan secara bertahap. “Latihan berjalan sangat baik setiap hari. Sekarang kami sudah memiliki rutinitas harian,” katanya.

Pada tahap awal, intensitas latihan disebut masih lebih ringan dibandingkan target beban berikutnya. Program itu dirancang untuk terus meningkat seiring berjalannya masa persiapan menuju musim baru.

“Kami memulainya dengan intensitas yang lebih ringan dan saya rasa setiap hari akan semakin berat,” jelas Kolinger. Ia berharap peningkatan tersebut membuat Persija siap menyambut awal kompetisi.

Adaptasi Awal Berjalan Lancar

Suara.com melaporkan Kolinger tidak mengalami hambatan berarti dalam mengikuti ritme latihan yang disusun tim pelatih. Komunikasinya dengan rekan-rekan baru di skuad Persija juga disebut berjalan lancar.

Kondisi itu menjadi modal bagi Kolinger untuk memahami kebutuhan tim sejak awal kedatangannya. Ia telah mengikuti seluruh program yang diberikan Shin Tae-yong di Persija Training Ground.

Bagi Persija Jakarta, masa pramusim menjadi ruang penting untuk membangun kondisi fisik, komunikasi, dan kebiasaan kerja di dalam skuad. Kolinger memandang tuntutan disiplin serta kenaikan intensitas sebagai langkah yang diperlukan sebelum Super League 2026/2027 dimulai.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru