Denza N8 EV langsung mencuri perhatian berkat opsi sistem penggerak tertingginya yang mencapai 890 kW atau setara 1.193 hp. Angka ini menempatkannya di level performa yang jarang ditemukan pada SUV listrik keluarga.
Di saat yang sama, BYD lewat sub-brand premium Denza juga menyiapkan dua konfigurasi kabin. Konsumen bisa memilih Denza N8 lima penumpang atau Denza N8L enam penumpang sesuai kebutuhan ruang dan jumlah penumpang.
Perbedaan Bodi, Satu Basis
Keduanya dibangun di atas platform yang sama dengan wheelbase 3.075 mm. Karena itu, ruang kabin tetap dibuat lapang meski panjang bodi kedua model berbeda.
| Model | Konfigurasi Kabin | Panjang | Lebar/Tinggi |
|---|---|---|---|
| Denza N8 | 5 penumpang | 5.150 mm | 1.999 mm / 1.820 mm |
| Denza N8L | 6 penumpang | 5.200 mm | 1.999 mm / 1.820 mm |
Perbedaan paling terlihat ada pada panjang bodi. Denza N8L lebih panjang sekitar 50 mm, sedangkan lebar dan tinggi keduanya tetap sama.
Tenaga Tiga Motor yang Menonjol
Varian tertinggi memakai tiga motor listrik, terdiri dari satu motor depan dan dua motor belakang. Rinciannya, motor depan menghasilkan 270 kW dan masing-masing motor belakang 310 kW.
Gabungan tenaga itu menghasilkan output 890 kW atau 1.193 hp. Denza juga menyiapkan dua varian motor tunggal dengan output maksimum 320 kW dan 370 kW bagi konsumen yang tidak membutuhkan tenaga ekstrem.
Opsi Tampilan yang Lebih Premium
Di sisi eksterior, Denza memberikan beberapa pilihan personalisasi agar N8 tampil lebih mewah. Konsumen dapat memilih pelek 20 inci atau 21 inci sesuai selera.
Opsi lain mencakup atap senada bodi, kaliper rem berwarna khusus, dan pijakan samping elektrik. Bagian belakangnya menggunakan lampu LED horizontal ganda yang menjadi ciri desain terbaru SUV premium Denza.
God Eye 5.0 dan Sensor Pendukung
Selain performa, Denza N8 EV dibekali teknologi bantuan berkendara God Eye 5.0. Sistem ini dikembangkan menggunakan model kecerdasan buatan yang dilatih dari data berkendara di dunia nyata.
Untuk mendukung fungsinya, mobil ini membawa sensor LiDAR di atap, radar gelombang milimeter pada bumper depan, dan sistem komputasi yang memproses kondisi lalu lintas secara real-time. Kombinasi ini dirancang membantu navigasi di jalan tol maupun area perkotaan dengan lebih akurat.
Seluruh varian Denza N8 EV menggunakan Blade Battery generasi kedua buatan FinDreams, pemasok baterai milik BYD. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mempercepat proses pengisian daya.
BYD menyebut baterai tersebut sudah mendukung teknologi flash charging sehingga waktu pengisian menjadi lebih singkat. Performanya juga diklaim tetap stabil di suhu ekstrem hingga minus 30 derajat Celsius agar penurunan jarak tempuh bisa diminimalkan.
Posisi Baru di Lini SUV Premium BYD
Kehadiran Denza N8 EV memperluas lini kendaraan listrik premium BYD dengan pendekatan yang agresif. Paket yang ditawarkan mencakup konfigurasi keluarga, tenaga besar, teknologi bantuan berkendara, dan baterai terbaru dalam satu model.
Sebagai pembanding, versi plug-in hybrid Denza N8 yang sudah dipasarkan saat ini dibanderol mulai 299.800 yuan atau setara Rp802 jutaan hingga 349.800 yuan atau Rp935 jutaan. Dengan hadirnya versi listrik murni, Denza punya peluang menarik konsumen yang menginginkan SUV besar tanpa emisi dengan performa tinggi.
Source: moladin.com






