Di Balik Sidang OpenAI, Shivon Zilis Ternyata Menjaga Jalur Komunikasi Musk Yang Sensitif

Di tengah persidangan besar yang melibatkan OpenAI, Elon Musk, Sam Altman, dan Microsoft, nama Shivon Zilis justru muncul sebagai sosok yang dinilai paling memahami jalur komunikasi di balik layar. Kedekatannya dengan Musk, baik dalam urusan kerja maupun kehidupan pribadi, membuat perannya menarik perhatian ketika pengadilan membahas pesan internal, hubungan antarpetinggi teknologi, dan pertanyaan soal aliran informasi yang selama ini tidak terlihat publik.

Sorotan terhadap Zilis makin besar setelah Musk dalam kesaksian di bawah sumpah sempat menyebutnya sebagai chief of staff. Sehari kemudian, Musk meluruskan ucapannya dan menjelaskan bahwa mereka tinggal bersama serta Zilis adalah ibu dari empat anaknya.

Dalam perkara ini, pengacara OpenAI ikut mempertanyakan apakah Zilis pernah menjadi penghubung informal yang menjaga arus informasi antara Musk dan OpenAI selama bertahun-tahun. Dugaan itu muncul karena Zilis terlihat berada di titik pertemuan antara jaringan perusahaan Musk, kehidupan pribadinya, dan komunikasi sensitif terkait OpenAI.

Sejumlah pesan yang dibahas di persidangan memperkuat kesan bahwa Zilis tidak berdiri jauh dari kedua kubu. Dalam salah satu pesan, ia bertanya kepada Musk apakah sebaiknya tetap dekat dan bersahabat dengan OpenAI agar informasi terus mengalir atau justru mulai menjauh.

Respons Musk menunjukkan ia ingin jalur itu tetap terbuka. Ia juga disebut meminta Zilis tetap dekat dan bahkan mencoba memindahkan beberapa orang dari OpenAI ke Tesla.

Jembatan antara dua kubu

Kedekatan Zilis dengan pihak OpenAI juga terlihat dari isi percakapan lain yang dipaparkan di sidang. Dalam salah satu momen, Zilis memberi tahu Musk bahwa para pemimpin OpenAI tidak nyaman jika satu orang memegang kendali sepihak atas AGI.

Musk kemudian merespons dengan nada tajam dan meminta agar mereka mendirikan perusahaan sendiri. Percakapan semacam ini membuat Zilis tampak seperti orang yang memahami tensi di kedua sisi, bukan sekadar penonton dari luar.

Hubungannya dengan Sam Altman juga ikut disorot. Dalam pesan yang diungkap di pengadilan, Altman disebut meminta pandangan Zilis tentang cara menanggapi pesan marah dari Musk.

Pada kesempatan lain, Altman juga menanyakan apakah akan baik jika ia mengunggah pernyataan positif tentang Musk di ruang publik. Rangkaian komunikasi itu membuat Zilis terlihat cukup dekat untuk berbicara dengan tokoh-tokoh utama OpenAI seperti Altman, Greg Brockman, dan Ilya Sutskever.

Riwayat pendidikan dan karier

Di luar sidang, latar belakang Zilis menunjukkan jalur karier yang panjang di dunia teknologi dan modal ventura. Ia berusia 40 tahun, lahir di Markham, Ontario, dari ibu Hindu Punjabi asal India bernama Sharda Zilis dan ayah White Canadian bernama Richard Zilis.

Zilis tumbuh besar di Kanada dan bersekolah di Unionville High School. Ia lalu kuliah di Yale, bermain hoki, dan lulus pada 2008 sebelum memulai karier di divisi cognitive computing IBM.

Setelah itu, ia menjadi anggota pendiri Bloomberg Beta, lengan modal ventura milik Bloomberg. Forbes memasukkan namanya ke daftar 30 Under 30 untuk kategori venture capital pada 2015.

Keterlibatannya dengan OpenAI dimulai sekitar 2016 sebagai penasihat. Ia kemudian duduk di dewan nirlaba OpenAI hingga 2023, pada saat relasi Musk dengan ekosistem OpenAI juga terus berubah.

Posisi dekat dengan pusat keputusan Musk

Di perusahaan-perusahaan Musk, Zilis juga memegang peran yang membuatnya sangat dekat dengan pusat keputusan. Dari 2017 hingga 2019, ia bekerja di Tesla sebagai project director pada tim Autopilot dan desain chip.

Setelah itu, ia menjabat sebagai director of operations and special projects di Neuralink. Rangkaian jabatan tersebut menempatkannya di lingkaran yang sangat dekat dengan aktivitas inti bisnis Musk.

Kedekatan itu menjadi penting dalam sidang karena Zilis dipandang memahami dinamika internal di kubu Musk sekaligus memiliki akses ke percakapan dengan tokoh-tokoh OpenAI. Di ruang sidang, identitas pribadinya sempat memancing tawa ketika Musk salah menyebut posisinya.

Empat anak yang ikut mempertegas hubungan personal

Hubungan Musk dan Zilis juga menghasilkan keluarga dengan empat anak. Keduanya memiliki sepasang anak kembar lewat IVF pada November 2021, yaitu Strider Sekhar dan Azure.

Musk pernah menjelaskan bahwa nama Strider merujuk pada Aragorn dari Lord of the Rings, sedangkan Sekhar merupakan penghormatan kepada fisikawan pemenang Nobel Subrahmanyan Chandrasekhar. Nama Azure disebut terinspirasi dari lore gim, khususnya sebuah mantra di Elden Ring.

Setelah itu, pasangan ini dilaporkan memiliki putri bernama Arcadia yang lahir pada pertengahan 2023. Anak keempat mereka, Seldon Lycurgus, dilaporkan lahir pada akhir 2024.

Di tengah sengketa besar soal masa depan OpenAI, sosok Zilis akhirnya tampak bukan sekadar bagian kecil dari cerita. Ia muncul sebagai figur yang berada cukup dekat dengan Musk untuk memahami arah komunikasi, namun juga cukup terhubung dengan OpenAI untuk menjembatani percakapan di antara dua kubu yang saling berhadapan.

Source: www.indiatoday.in

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer