Di Balik Tubuh Lunak Gurita, Kecerdasan, Kamuflase, Hingga Regenerasi Anggota Tubuhnya Mengejutkan

Gurita memiliki sistem saraf yang tidak biasa karena sekitar dua pertiga sarafnya berada di lengan, bukan terkonsentrasi di kepala. Susunan ini membuat tiap lengan bisa bekerja seolah punya kemampuan sendiri saat membuka benda, meraih makanan, atau menyentuh objek di sekitarnya.

Berkat struktur tersebut, gurita juga dikenal sebagai salah satu invertebrata paling cerdas. Shedd Aquarium menjelaskan bahwa hewan ini punya satu otak pusat dan delapan otak kecil di lengan, sehingga proses berpikir dan respons tubuhnya berlangsung dengan cara yang sangat kompleks.

Otak yang terbagi dan kecerdasan yang menonjol

Cara kerja otak gurita menjadi salah satu alasan hewan ini sering dianggap istimewa. Lengan-lengannya tidak hanya mengikuti perintah dari otak pusat, tetapi juga dapat menjalankan tugas tertentu secara mandiri.

Kecerdasan gurita terlihat dari kemampuannya memecahkan masalah, mengingat solusi, berpikir strategis, dan bahkan bermain. Kombinasi ini membuat gurita tampak jauh lebih rumit dibanding banyak hewan laut lain.

Kamuflase yang nyaris sempurna

Selain cerdas, gurita juga sangat sulit dikenali di habitat aslinya karena mampu menyesuaikan warna, pola, bentuk, dan tekstur tubuh dengan lingkungan sekitar. Kemampuan ini membuatnya bisa menyatu dengan latar tempat ia berada dan menghindari perhatian predator.

National Geographic menyebut kemampuan tersebut didukung oleh sel kromatofora, yaitu sel kulit yang mengandung pigmen dan dapat berubah warna. Pada spesies tertentu seperti mimic octopus, penyamaran bahkan berkembang lebih jauh karena mampu meniru belasan hewan laut, termasuk ular laut, bintang laut, dan ubur-ubur.

Tinta sebagai pertahanan saat terancam

Jika penyamaran tidak cukup, gurita masih punya cara lain untuk melindungi diri. Saat merasa bahaya mendekat, hewan ini bisa melepaskan tinta sebagai mekanisme pertahanan yang efektif.

Menurut Catalina Island Marine Institute, tinta tersebut merupakan campuran pigmen dan lendir yang disemprotkan lewat siphon. Cairan gelap itu membantu mengaburkan pandangan predator, sementara senyawa di dalamnya dapat mengiritasi mata dan menumpulkan penciuman lawan.

Gerak cepat dengan tubuh tanpa tulang

Meski sering terlihat tenang di dasar laut, gurita sebenarnya bisa bergerak sangat cepat ketika diperlukan. Ocean Conservancy menyebut gurita dapat berenang hingga 25 mil per jam dengan bantuan tenaga pendorong jet.

Kecepatan itu ditunjang tubuh tanpa tulang yang sangat lentur. Sekitar 90 persen tubuh gurita tersusun atas otot, sehingga hewan ini mampu menyusup melalui celah sempit dan masuk ke lubang yang tampak terlalu kecil untuk hewan lain.

Mampu menumbuhkan kembali bagian tubuh yang hilang

Kemampuan lain yang membuat gurita menonjol adalah regenerasi. Tree Hugger menyebut gurita dapat memulihkan anggota tubuh yang rusak atau terlepas, termasuk bagian saraf, dan bagian yang tumbuh kembali tetap bisa berfungsi seperti semula.

Proses ini dibantu protein asetilkolinesterase atau AChE yang berperan dalam reproduksi sel saat regenerasi berlangsung. Temuan tersebut menarik perhatian peneliti karena dapat memberi petunjuk bagi pengembangan pengobatan regeneratif pada manusia.

Dengan tubuh lentur, sistem saraf yang tersebar di lengan, kemampuan menyamar, pertahanan berbasis tinta, gerak cepat, serta regenerasi yang mengesankan, gurita memang menempati posisi istimewa di lautan. Hewan bernama latin Octopus vulgaris ini menjadi contoh nyata bagaimana adaptasi alam dapat menghasilkan makhluk laut yang sulit dipercaya.

Source: www.idntimes.com
Berita Terkait